Waspada Modus Investasi Ilegal Digital

Author Image

Endang Wulansari

15 Oktober 2026, 00:31 WIB

Jabarpos.id – Pertumbuhan pesat jumlah investor di pasar modal Indonesia membawa tantangan baru yang tidak kalah besar, yakni ancaman penipuan digital. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kini mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh masyarakat agar tidak terjebak dalam berbagai modus investasi bodong yang kian canggih dan memanfaatkan kemudahan akses platform digital.

Peringatan ini muncul seiring dengan meningkatnya minat masyarakat, terutama generasi muda, untuk terjun ke dunia pasar modal melalui aplikasi ponsel pintar. Dalam rangkaian acara Ring the Bell for Financial Literacy 2026 yang merupakan bagian dari World Investor Week, BEI menekankan pentingnya kewaspadaan di tengah arus informasi yang begitu deras.

Waspada Modus Investasi Ilegal Digital
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum BEI, Umi Kulsum, mengungkapkan bahwa fokus utama dalam kampanye tahun ini adalah membangun ketahanan investor. Menurutnya, ada tiga isu krusial yang harus diantisipasi, yakni ketahanan mental investor, ancaman penipuan berbasis digital, serta kewaspadaan terhadap skema investasi ilegal yang menjanjikan keuntungan tidak masuk akal.

"Investor yang cerdas adalah mereka yang selalu melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima. Jangan langsung menelan mentah-mentah apa yang terlihat di media sosial atau pesan singkat. Selain itu, menjaga keamanan data pribadi sangatlah krusial di era digital ini," tegas Umi Kulsum saat berbicara di Main Hall BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Data menunjukkan bahwa dari total lebih dari 32 juta investor pasar modal di Indonesia, mayoritas didominasi oleh generasi muda. Kelompok ini memiliki keunggulan dalam penguasaan teknologi, namun di sisi lain, mereka dinilai sangat rentan terhadap paparan informasi yang belum terverifikasi atau hoaks terkait investasi.

Untuk menghadapi fenomena ini, BEI mengusung tema Stay Smart, Stay Alert, and Stay Resilient. Pesan utamanya jelas: investor harus memahami secara mendalam produk investasi yang mereka beli, tidak mudah tergiur oleh janji keuntungan instan, serta tetap disiplin dalam menjalankan strategi investasi yang sehat.

Sebagai langkah konkret, BEI tidak bergerak sendirian. Mereka bersinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Self-Regulatory Organizations (SRO), dan seluruh Anggota Bursa untuk memperluas jangkauan edukasi hingga ke pelosok daerah. Tujuannya agar literasi keuangan tidak hanya menumpuk di kota besar, tetapi merata ke seluruh lapisan masyarakat.

Selain sesi edukasi formal, acara ini juga menghadirkan diskusi interaktif bersama perencana keuangan ternama, Prita Ghozie, serta sejumlah konten kreator finansial. Melalui pendekatan yang lebih santai, BEI berharap ilmu yang didapat bisa langsung dipraktikkan oleh peserta dan disebarluaskan kepada keluarga maupun kerabat guna memutus rantai penipuan investasi.

Perlu diketahui bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan global yang diinisiasi oleh International Organization of Securities Commissions (IOSCO) sejak tahun 2017. Sebanyak 62 bursa efek di seluruh dunia turut menggelar kampanye serupa untuk menciptakan ekosistem pasar modal global yang lebih aman dan terpercaya.

Related Post