Jabarpos.id – Kabar baik datang dari emiten sektor minuman, PT Platinum Wahab Nusantara Tbk. (TGUK). Perusahaan yang menaungi gerai minuman populer "Teguk" ini secara resmi telah keluar dari daftar pantauan khusus Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah ini menandai babak baru bagi perusahaan setelah terjadi perubahan struktur kepemilikan yang cukup signifikan di level pemegang saham pengendali.
Berdasarkan keterbukaan informasi terbaru, status TGUK kini telah bergeser dari papan pemantauan khusus ke papan pengembangan. Perubahan status ini dijadwalkan mulai berlaku efektif pada tanggal 27 Oktober 2026. Keputusan BEI ini menjadi angin segar bagi emiten tersebut, mengingat sebelumnya TGUK sempat masuk dalam pengawasan ketat karena memenuhi kriteria tertentu yang ditetapkan oleh bursa.
Transformasi besar di tubuh TGUK ini dipicu oleh masuknya investor asing sebagai pemegang saham pengendali baru. Melalui transaksi yang dilakukan pada awal Oktober 2026, Visionary Capital Global Pte. Ltd. resmi mengambil alih kendali perusahaan. Investor asal luar negeri ini menyuntikkan dana sebesar Rp40,6 miliar untuk membeli sebanyak 2,03 miliar saham milik perseroan.
Also Read
Transaksi jumbo ini dilakukan pada harga Rp20 per saham. Berdasarkan dokumen Conditional Share Purchase Agreement (CSPA), pembelian saham tersebut dilakukan dengan tujuan investasi langsung (direct investment). Dengan masuknya Visionary Capital Global Pte. Ltd., peta kekuatan di dalam perusahaan berubah drastis. Jika sebelumnya investor asing ini tidak memiliki saham sama sekali, kini mereka memegang 2.030.032.377 saham atau setara dengan 56,84% hak suara di TGUK.
Perubahan kendali ini juga berdampak pada pemegang saham lama, yakni PT Dinasti Kreatif Indonesia. Perusahaan tersebut telah melepas sebagian besar kepemilikannya dengan menjual 2.030.032.377 saham biasa di harga yang sama, yakni Rp20 per saham. Akibat aksi korporasi ini, porsi kepemilikan PT Dinasti Kreatif Indonesia menyusut tajam, dari semula menguasai 69,33% hak suara menjadi hanya 12,49% atau sebanyak 446.217.623 saham.
Meskipun terjadi perpindahan tangan yang masif, Visionary Capital Global Pte. Ltd. telah menyatakan komitmennya untuk mempertahankan kendali atas perseroan di masa mendatang. Masuknya modal asing ini diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan TGUK dan memberikan dorongan bagi ekspansi gerai minuman mereka di pasar yang lebih luas.
Keluar dari papan pemantauan khusus menjadi sinyal positif bagi para investor bahwa kondisi fundamental atau kepatuhan perusahaan terhadap regulasi bursa telah membaik. Kini, publik akan menantikan bagaimana strategi manajemen di bawah kendali investor asing tersebut dalam meningkatkan nilai perusahaan di pasar modal Indonesia.






