<strong>Jabarpos.id – Langkah strategis kembali diambil oleh salah satu tokoh penting di industri investasi tanah air, Edwin Soeryadjaya. Dewan Komisaris PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) ini dilaporkan kembali melakukan aksi korporasi dengan menambah porsi kepemilikan sahamnya di perusahaan yang ia kendalikan tersebut. Langkah ini menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi terhadap prospek bisnis Saratoga di masa mendatang.
Berdasarkan data keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Edwin melakukan pembelian saham secara bertahap dalam dua transaksi berbeda pada pekan terakhir Oktober. Melalui aksi borong ini, jumlah kepemilikan saham Edwin melonjak menjadi 4.892.813.190 lembar saham, atau setara dengan 36,0698% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan.
Rincian transaksi pertama tercatat terjadi pada 22 Oktober 2024, di mana Edwin membeli sebanyak 312.300 saham SRTG dengan harga Rp1.668 per lembar. Dalam transaksi tersebut, ia menggelontorkan dana sekitar Rp520,92 juta. Tidak berhenti di situ, pada keesokan harinya, tepatnya 23 Oktober 2024, ia kembali menambah koleksi sahamnya sebanyak 399.600 lembar dengan harga Rp1.676 per saham, yang menelan biaya sebesar Rp669,73 juta. Jika ditotal, Edwin telah mengeluarkan dana sekitar Rp1,19 miliar untuk mempertebal posisinya di Saratoga.
Also Read
Aksi beli ini bukanlah yang pertama kalinya bagi sang konglomerat. Sebelumnya, pada akhir September 2024, Edwin juga tercatat telah melakukan pembelian saham dalam jumlah yang signifikan. Hal ini memperkuat indikasi bahwa manajemen inti perusahaan memiliki pandangan optimis terhadap nilai fundamental SRTG di tengah dinamika pasar modal yang fluktuatif.
Edwin Soeryadjaya sendiri merupakan sosok legendaris di dunia bisnis Indonesia. Ia telah menduduki posisi Komisaris Utama di Saratoga sejak tahun 1997 dan kembali dipercaya melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk periode 2022-2025. Selain memegang kendali di Saratoga, pengaruh bisnisnya merambah ke berbagai sektor vital, mulai dari energi, infrastruktur telekomunikasi, hingga pertambangan.
Ia tercatat menjabat sebagai Presiden Komisaris di PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (sebelumnya Adaro Energy), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, PT Merdeka Copper Gold Tbk, hingga PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. Rekam jejaknya yang dimulai dari Astra International hingga mendirikan Saratoga menjadikannya salah satu figur paling berpengaruh dalam peta ekonomi nasional. Dengan bertambahnya kepemilikan saham ini, pasar kini menanti langkah strategis apa yang akan diambil Saratoga di bawah kendali para tokoh berpengalaman ini.






