Kabar mengejutkan datang dari pasar modal, di mana PT Samuel Sekuritas Indonesia (SSI) dilaporkan telah melepas sebagian kepemilikannya di emiten properti PT Sentul City Tbk. (BKSL). Transaksi senilai fantastis Rp 27,47 miliar ini, sebagaimana diungkapkan oleh jabarpos.id, terjadi melalui skema reverse repo.
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi, aksi jual ini dieksekusi pada tanggal 5 Januari 2026. Sebelum transaksi, SSI tercatat menguasai 8,85 miliar saham BKSL, setara dengan 5,27% hak suara. Pasca-transaksi, porsi kepemilikan berkurang menjadi 8,66 miliar saham atau 5,17% hak suara. Ini berarti, sebanyak 180.746.400 lembar saham BKSL berpindah tangan dalam transaksi tersebut. Menariknya, transaksi reverse repo ini dilakukan pada harga Rp 152 per saham, sebuah harga premium mengingat harga penutupan saham BKSL pada hari itu berada di level Rp 144 per saham.

Meski terlibat dalam transaksi signifikan, pihak SSI menegaskan bahwa mereka tidak berstatus sebagai pemegang saham pengendali dan tidak memiliki tujuan untuk mengambil alih kendali atas Sentul City. Pernyataan ini dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia.
Aksi pelepasan saham ini menjadi sorotan mengingat Samuel Sekuritas Indonesia sebelumnya justru gencar menambah kepemilikan saham BKSL. Pada tanggal 16 Desember 2025, melalui transaksi reverse repo pula, SSI secara signifikan meningkatkan porsi sahamnya. Kala itu, kepemilikan SSI melonjak dari 6,65 miliar saham (3,97% hak suara) menjadi 8,82 miliar saham (5,26% hak suara). Sebanyak 2,16 miliar saham BKSL berhasil diakuisisi dengan harga Rp 142 per saham, dan kepemilikan tersebut bersifat tidak langsung.
Fluktuasi kepemilikan saham oleh investor institusional seperti Samuel Sekuritas ini tentu menjadi perhatian para pelaku pasar. Gerak-gerik jual-beli dalam rentang waktu yang relatif singkat, apalagi dengan harga premium pada transaksi terakhir, mengindikasikan strategi investasi yang dinamis dan patut dicermati oleh pemegang saham Sentul City.





