close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

25.7 C
Jakarta
Sabtu, Februari 21, 2026

Kejutan Industri Nikel Kuota Produksi Dipangkas Drastis Pengusaha Menjerit

spot_img

Jabarpos.id, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengambil langkah mengejutkan dengan memangkas kuota produksi nikel dan batu bara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026. Kebijakan ini diambil untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan, dengan tujuan menstabilkan harga komoditas.

Keputusan ini sontak menuai reaksi dari pelaku industri. Kuota produksi nikel dalam RKAB 2026 dipangkas menjadi 250-270 juta ton, jauh di bawah total produksi tahun 2025 yang mencapai 379 juta ton. Sementara itu, produksi batu bara juga mengalami penurunan menjadi 600 juta ton dari sebelumnya 790 juta ton di tahun yang sama.

Baca juga:  Ultra Milk Merugi? Laba Anjlok Puluhan Persen!
Kejutan Industri Nikel Kuota Produksi Dipangkas Drastis Pengusaha Menjerit
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menurut Head of Sustainability Nickel Industries Limited, Muchtazar, penurunan sekitar 30% dalam RKAB nikel 2026 ini bertujuan untuk mendongkrak harga nikel global yang sedang melemah. Namun, ia menilai bahwa penguatan harga nikel akibat kebijakan ini hanya akan bersifat sementara.

Muchtazar berharap pemerintah dapat mengkaji ulang kebijakan ini untuk memastikan keberlangsungan industri nikel. Ia juga menekankan pentingnya memperhatikan dampak kebijakan ini terhadap penambang dan pabrik smelter yang membutuhkan pasokan bijih nikel yang stabil untuk menjaga kinerja sesuai dengan komitmen investasi awal.

Baca juga:  BRI Incar Posisi Bank Terbesar ASEAN

Kekhawatiran muncul bahwa kebijakan ini dapat menyebabkan gangguan pasokan bijih nikel, yang berpotensi meningkatkan impor dan menekan profitabilitas industri nikel di Indonesia.

Bagaimana sebenarnya industri nikel memandang dampak pemangkasan RKAB 2026 ini? Simak selengkapnya dialog Shafinaz Nachiar dengan Head of Sustainability Nickel Industries Limited, Muchtazar dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Jum’at, 13/02/2026).

spot_img

Berita Terpopuler

Risiko Menyedihkan Jika Tak Bayar Pinjol!

Sumber informasi dari jabarpos.id menyebutkan bahwa pinjaman online (pinjol) memang memudahkan akses keuangan, namun risiko gagal bayar (galbay) perlu dipahami masyarakat. Kegagalan...

Mengerikan!!! Tahanan Narkoba Dibunuh di Rumah Tahanan Kelas 1 Depok

Depok | Jabar Pos - Kejadian tragis menimpa seorang tahanan berinisial RAJS (26), yang ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka tusuk dan lebam di...

Converse dan Swarosvski hadirkan siluet Chuck 70 De Luxe Squared

Jenama alas kaki Converse resmi berkolaborasi dengan jenama kristal Swarovski untuk menghadirkan siluet terbaru dari Converse Chuck 70 De Luxe Squared dengan 1.300 keping...

Prabowo Berikan Pesan Untuk Cabup Cawabup Bogor Rudy Susmanto-Jaro Ade

Bogor | Jabar Pos - Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, menyampaikan pesan untuk Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil...

MacOS 15.1 Bakal Bikin Kamu Bebas Ngatur Aplikasi! 🤯

Pengguna Mac, bersiaplah untuk kejutan! Apple kabarnya sedang menyiapkan pembaruan macOS 15.1 yang bakal memberikan kamu kebebasan penuh dalam mengatur aplikasi. Bayangkan, kamu bisa...

Mau Hidup Sehat Tanpa Ribet? Galaxy Watch 7 Jawabannya!

Bosan dengan hidup yang kurang sehat? Ingin lebih aktif dan memantau kondisi tubuh dengan mudah? Samsung Galaxy Watch 7 hadir dengan segudang fitur canggih...
Berita terbaru
Berita Terkait