Jabarpos.id, Jakarta – Raksasa sistem pembayaran, Mastercard, membuat gebrakan besar dengan mengakuisisi perusahaan infrastruktur stablecoin, BVNK, senilai fantastis US$ 1,8 miliar atau setara dengan Rp 30,52 triliun. Langkah ini menandai ambisi besar Mastercard untuk merajai masa depan sistem pembayaran digital.
Kesepakatan yang diumumkan pada Selasa (17/03/2026) ini, menurut jabarpos.id, mencakup pembayaran kontinjensi sebesar US$ 300 juta (Rp 5,08 triliun). Akuisisi ini bertujuan untuk memperluas dukungan Mastercard terhadap aset digital dan menjembatani kesenjangan antara pembayaran fiat dan sistem berbasis blockchain.

Langkah strategis ini dilakukan seiring dengan melonjaknya popularitas stablecoin. Boston Consulting Group memprediksi volume pembayaran stablecoin akan mencapai US$ 350 miliar (Rp 5.936 triliun) pada tahun 2025. Mastercard melihat peluang besar bagi institusi keuangan dan fintech untuk menawarkan layanan berbasis stablecoin seiring dengan kejelasan regulasi di berbagai negara.
Mastercard meyakini infrastruktur BVNK akan memperkuat jaringan pembayaran globalnya, membuka peluang baru dalam remitansi lintas batas, pembayaran bisnis-ke-bisnis (B2B), dan transaksi peer-to-peer (P2P). Perusahaan juga mengincar aplikasi jangka panjang di pasar modal dan manajemen kas, di mana programabilitas dan kecepatan transaksi dapat meningkatkan efisiensi.
Integrasi jalur pembayaran berbasis blockchain dengan sistem fiat yang ada menjadi kunci keberhasilan. Mastercard menekankan pentingnya standar kepatuhan, keamanan, dan keandalan dalam mewujudkan interoperabilitas yang tepercaya dan berskala besar.
"Kami memperkirakan sebagian besar institusi keuangan dan fintech akan menyediakan layanan mata uang digital, baik dengan stablecoin maupun simpanan ter-tokenisasi," ujar Chief Product Officer Mastercard, Jorn Lambert, seperti dikutip jabarpos.id.
Lambert menambahkan bahwa penambahan jalur onchain akan meningkatkan kecepatan dan programabilitas transaksi. Langkah ini menunjukkan keseriusan Mastercard dalam mengintegrasikan teknologi terdesentralisasi ke dalam sistem keuangan arus utama.
BVNK, yang didirikan pada tahun 2021, menyediakan infrastruktur bagi bisnis untuk mengirim dan menerima pembayaran di berbagai jaringan blockchain di lebih dari 130 negara. CEO BVNK, Jesse Hemson-Struthers, optimis bahwa kolaborasi ini akan menciptakan standar baru dalam industri keuangan global.
Transaksi ini mengikuti proses akuisisi yang kompetitif, di mana bursa kripto raksasa Coinbase sempat terlibat. Sebelum pembicaraan berakhir, Coinbase dikabarkan mempertimbangkan kesepakatan senilai US$ 2 miliar (Rp 33,92 triliun) untuk BVNK.
Akuisisi BVNK oleh Mastercard mempertegas tren investasi besar-besaran di infrastruktur stablecoin. Sebelumnya, Stripe mengakuisisi Bridge senilai US$ 1,1 miliar (Rp 18,65 triliun) pada tahun 2024. Mastercard sendiri telah meluncurkan program mitra kripto dengan lebih dari 85 perusahaan aset digital.
Proses akuisisi BVNK masih menunggu persetujuan regulator. Mastercard berharap transaksi ini dapat diselesaikan sebelum akhir tahun ini.





