Jabarpos.id – Pasar keuangan Indonesia tengah bergejolak usai Fitch Ratings memangkas prospek utang Indonesia menjadi negatif. Langkah ini menambah daftar sentimen negatif setelah sebelumnya MSCI menangguhkan rebalancing indeks saham Indonesia.
Menanggapi situasi ini, Direktur Ciptadana Asset Management, Herdianto Budiarto, dalam wawancara eksklusif dengan CNBC Indonesia, meminta investor untuk tidak panik berlebihan. Ia meyakini bahwa masalah ini dapat diatasi jika pemerintah mengambil langkah-langkah perbaikan yang tepat.

"Pemerintah perlu fokus mengatasi kekhawatiran terkait defisit APBN yang berpotensi melebihi 3%," ujarnya. Menurutnya, jika pendapatan negara tidak dapat ditingkatkan akibat kondisi global, realokasi belanja negara dan penghematan menjadi kunci untuk mencegah defisit yang semakin membengkak.
Bagi investor, penurunan prospek utang RI dapat berdampak pada minat investasi di pasar keuangan. Herdianto menjelaskan bahwa ketika rating turun, investor cenderung meminta imbal hasil yang lebih tinggi. Oleh karena itu, pemerintah perlu memberikan perhatian serius terhadap isu ini.
Lantas, bagaimana sentimen pasar ini akan mempengaruhi prospek pasar keuangan Indonesia? Dan bagaimana dampaknya terhadap strategi investasi? Simak ulasan lengkapnya dalam dialog Andi Shalini dengan Direktur Ciptadana Asset Management, Herdianto Budiarto, hanya di Power Lunch, CNBC Indonesia.





