Beranda / Berita / Jabarpos.id – Di tengah ketidakpastian global akibat tensi geopolitik Timur Tengah dan meroketnya harga minyak, strategi "Cash is The King" kembali mencuat sebagai opsi investasi yang menarik. Para pelaku pasar, termasuk Manajer Investasi (MI), kini berlomba-lomba meningkatkan porsi tunai dalam portofolio mereka.

Jabarpos.id – Di tengah ketidakpastian global akibat tensi geopolitik Timur Tengah dan meroketnya harga minyak, strategi "Cash is The King" kembali mencuat sebagai opsi investasi yang menarik. Para pelaku pasar, termasuk Manajer Investasi (MI), kini berlomba-lomba meningkatkan porsi tunai dalam portofolio mereka.

Jabarpos.id - Di tengah ketidakpastian global akibat tensi geopolitik Timur Tengah dan meroketnya harga minyak, strategi "Cash is The King" kembali mencuat sebagai opsi investasi yang menarik. Para pelaku pasar, termasuk Manajer Investasi (MI), kini berlomba-lomba meningkatkan porsi tunai dalam portofolio mereka.

Ancaman inflasi global yang membayangi akibat konflik geopolitik ini berpotensi menghambat bank sentral untuk menurunkan suku bunga acuan. Camar Remoa, Direktur PT Insight Investments Management, memprediksi bahwa peluang The Fed untuk memangkas suku bunga semakin kecil, bahkan mungkin hanya terjadi sekali. Sementara itu, Bank Indonesia (BI) diperkirakan masih memiliki ruang untuk menurunkan BI Rate sebanyak dua kali.

Baca juga:  Harga Minyak Terbang! Shutdown AS Jadi Angin Segar?

Menghadapi situasi yang penuh tantangan ini, MI mengambil langkah antisipatif dengan memperbesar alokasi dana tunai. Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan likuiditas dan memberikan fleksibilitas dalam mengakumulasi aset kembali jika pasar mengalami koreksi lebih lanjut. Dengan memiliki cadangan kas yang cukup, MI dapat memanfaatkan peluang yang muncul saat harga aset turun.

Baca juga:  Jangan Main-Main dengan Pinjol, Akibatnya Bisa Bikin Nyesel Seumur Hidup!
Jabarpos.id - Di tengah ketidakpastian global akibat tensi geopolitik Timur Tengah dan meroketnya harga minyak, strategi "Cash is The King" kembali mencuat sebagai opsi investasi yang menarik. Para pelaku pasar, termasuk Manajer Investasi (MI), kini berlomba-lomba meningkatkan porsi tunai dalam portofolio mereka.
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Lantas, bagaimana strategi investasi MI dalam menghadapi gejolak pasar saat ini? Simak selengkapnya dalam dialog Andi Shalini dengan Direktur PT Insight Investments Management, Camar Remoa, yang akan membahas secara mendalam dalam program Power Lunch di CNBC Indonesia.