BNI Suntik Modal Besar Demi Apa

Author Image

Endang Wulansari

29 Juli 2026, 21:04 WIB

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mengambil langkah signifikan untuk memperkokoh fondasi bisnisnya, memastikan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi global. Langkah strategis ini, yang juga mendukung agenda transformasi BUMN, diwujudkan salah satunya melalui penerbitan instrumen Additional Tier 1 (AT1) senilai US$700 juta di pasar internasional, demikian dilaporkan jabarpos.id.

Penguatan fundamental ini mencakup implementasi Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) secara menyeluruh, manajemen risiko yang adaptif, pengendalian internal yang efektif, serta penataan struktur permodalan yang solid. Seluruh upaya ini dirancang untuk menciptakan nilai jangka panjang dan selaras dengan visi ekosistem Danantara Indonesia.

BNI Suntik Modal Besar Demi Apa
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Okki Rushartomo, Corporate Secretary BNI, menegaskan bahwa GCG bukan sekadar formalitas kepatuhan. "Tata kelola perusahaan yang baik adalah fondasi utama untuk membangun dan menjaga kepercayaan dari masyarakat, investor, serta seluruh pemangku kepentingan kami," ujar Okki dalam keterangan tertulisnya pada Rabu (29/7/2026).

"Sebagai bagian integral dari BUMN, BNI berkomitmen penuh untuk terus memperkuat berbagai aspek, mulai dari tata kelola, manajemen risiko, efektivitas pengendalian internal, hingga kapabilitas digital dan struktur permodalan. Tujuannya agar fundamental perusahaan semakin kokoh, dikelola secara profesional, dan mampu menghasilkan nilai tambah berkelanjutan yang pada akhirnya turut menopang pembangunan nasional," tambahnya.

Komitmen ini, menurut Okki, sejalan dengan arah transformasi BUMN yang diinisiasi bersama Danantara Indonesia. Lembaga ini memiliki mandat krusial untuk mengelola dan mengoptimalkan investasi pemerintah serta aset-aset BUMN, demi mendukung program strategis nasional, mendorong industrialisasi, dan memacu pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Tak hanya berfokus pada penguatan permodalan, BNI juga gencar melanjutkan transformasi organisasi. Ini meliputi penyempurnaan proses bisnis, pemanfaatan teknologi digital secara maksimal, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Seluruh inisiatif transformasi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat daya saing di pasar, serta menyajikan layanan yang semakin relevan dan inovatif bagi nasabah.

Dengan fondasi tata kelola dan fundamental yang semakin kokoh, BNI semakin siap untuk menjalankan fungsi intermediasi perbankan secara sehat dan bertanggung jawab. Kapasitas bisnis yang kian kuat memungkinkan perseroan untuk memperluas akses layanan keuangan, sekaligus aktif mendukung berbagai program pembangunan nasional yang strategis.

"Dengan semangat Melayani Sepenuh Hati, BNI akan terus mengukuhkan tata kelola dan fundamental perusahaan demi menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat, mendukung penuh transformasi BUMN bersama Danantara Indonesia, dan secara konsisten berkontribusi bagi kemajuan Indonesia," tutup Okki.

Komitmen ini juga menandai perjalanan BNI yang akan memasuki usia ke-80 pada 5 Juli 2026, dengan mengusung tema "Swadharma Bhakti Nagara." Tema ini merefleksikan dedikasi dan pelayanan BNI kepada bangsa dan negara. Melalui serangkaian penguatan tata kelola, permodalan, dan transformasi bisnis, BNI bertekad menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan sekaligus meningkatkan kapasitasnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan di masa depan.

Related Post