GOTO Sukses Cetak Laba Ini Kunci Keuntungannya

Author Image

Endang Wulansari

30 Juli 2026, 04:04 WIB

Jakarta – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali mencatatkan kinerja gemilang pada kuartal kedua tahun ini. Perusahaan teknologi raksasa ini berhasil membukukan laba bersih yang signifikan, didorong oleh performa cemerlang dari lini bisnis Financial Technology (Fintech). Menurut laporan yang diterima jabarpos.id, pencapaian ini menandai periode positif berkelanjutan bagi GOTO.

Dalam siaran pers pada Rabu (29 Juli 2026), GOTO melaporkan laba bersih sebesar Rp252 miliar untuk kuartal II-2026. Angka ini melonjak 47% dibandingkan kuartal sebelumnya dan berbalik dari kerugian yang dialami di tahun sebelumnya. Keberhasilan ini juga menandai dua kuartal berturut-turut GOTO membukukan laba bersih, dengan EBITDA Grup yang disesuaikan melampaui Rp1,0 triliun untuk pertama kalinya, meningkat lebih dari dua kali lipat secara tahunan.

GOTO Sukses Cetak Laba Ini Kunci Keuntungannya
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Hans Patuwo, CEO GoTo, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian ini. "Kami mencetak laba bersih selama dua kuartal berturut-turut, dengan EBITDA Grup yang disesuaikan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, melampaui angka Rp1,0 triliun untuk pertama kalinya. Bisnis Fintech kami juga terus menunjukkan kinerja yang unggul. Kini, profitabilitasnya telah melebihi bisnis On-demand Services untuk pertama kalinya," ujar Hans.

Hans juga menyinggung perkembangan kebijakan komisi 8% yang mulai diterapkan sejak 1 Juli 2026. Meski penyesuaian ini tidak mudah, ia menegaskan bahwa kondisi perusahaan tetap stabil setelah berjalan sebulan. "Meski penyesuaian ini tidak mudah, kami percaya dampaknya dapat kami kelola dengan baik," jelas Hans, menunjukkan optimisme manajemen terhadap strategi jangka panjang.

Kinerja GOTO di kuartal kedua juga ditopang oleh dua lini bisnis utamanya, yaitu On-demand Services (ODS) atau lebih dikenal dengan Gojek, serta Financial Technology (Fintech) yang menaungi Gopay. Lini bisnis ODS mencatatkan pendapatan bersih tembus Rp3,6 triliun. EBITDA yang disesuaikan dari segmen ini mencapai Rp464 miliar, naik 41% secara tahunan (YoY), disertai perbaikan margin bisnis yang signifikan.

Manajemen GOTO merinci, segmen pengiriman (delivery) yang meliputi GoFood dan GoSend menunjukkan margin naik menjadi 2,1% dari 1,8% tahun lalu. Sementara itu, segmen mobilitas (mobility) seperti GoRide dan GoCar mencatat kenaikan margin yang lebih impresif, menjadi 5,0% dari 3,0% di tahun sebelumnya.

Beralih ke bisnis Fintech, performanya sungguh mencengangkan. Pendapatan bersih tumbuh 53% YoY, melampaui Rp2 triliun pada kuartal II-2026. Pertumbuhan pendapatan ini diiringi dengan lonjakan profitabilitas yang jauh lebih tinggi. EBITDA yang disesuaikan dari Fintech melesat hingga Rp481 miliar, melonjak 447% YoY. Pencapaian ini menjadi sejarah baru, karena EBITDA Fintech untuk pertama kalinya melampaui ODS, menegaskan posisi Fintech sebagai mesin keuntungan utama GOTO.

Memanfaatkan momentum positif ini, manajemen GOTO melakukan penyesuaian target setahun penuh. Target EBITDA Grup yang disesuaikan tetap di kisaran Rp3,2-3,4 triliun. Namun, target Fintech dinaikkan menjadi Rp1,7-1,8 triliun, sementara target ODS diturunkan menjadi Rp1,4-1,5 triliun. Penyesuaian target ODS ini sebagian besar merupakan dampak dari kebijakan komisi 8% yang baru diterapkan.

(rah/rah)

Related Post