PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali menunjukkan performa gemilang dengan keberhasilan menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) hingga mencapai Rp1.580,7 triliun pada akhir Triwulan II 2026. Angka fantastis ini mencerminkan pertumbuhan solid sebesar 6,7% secara tahunan (year-on-year) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp1.482,1 triliun, demikian dilaporkan jabarpos.id.
Pencapaian ini semakin diperkuat dengan peningkatan rasio dana murah (Current Account Savings Account/CASA) yang signifikan, melonjak dari 65,5% menjadi 67,6%. Peningkatan CASA ini krusial karena memperkuat struktur pendanaan BRI dengan sumber dana yang lebih efisien dan stabil.
Direktur Network dan Retail Funding BRI, Aquarius Rudianto, menjelaskan bahwa strategi utama di balik kesuksesan ini adalah komitmen BRI untuk terus memperluas layanan, guna menjawab dinamika kebutuhan transaksi nasabah yang kian beragam. "Salah satu pilar utama transformasi BRI adalah penguatan funding franchise, khususnya pada dana murah atau CASA. Kami berupaya memperkuat ekosistem transaksi dan menjadikan BRI semakin relevan dalam setiap aktivitas keuangan harian nasabah," ungkap Aquarius, seperti dikutip jabarpos.id.
Also Read
Peran digitalisasi sangat vital dalam pencapaian ini. Hingga akhir Triwulan II 2026, aplikasi mobile banking BRImo telah merangkul 22,3 juta pengguna aktif. Platform ini mencatat 3,3 miliar transaksi finansial dengan volume transaksi yang mencapai angka fantastis Rp4.166 triliun. Aktivitas digital yang masif ini secara signifikan mulai memberikan kontribusi positif terhadap penghimpunan dana (funding) dan pendapatan (revenue) BRI.
Tidak hanya itu, jaringan keagenan BRILink juga menunjukkan performa impresif. Melalui BRILink Agen, CASA berhasil ditingkatkan sebesar 28,6% menjadi Rp30,7 triliun, diiringi pertumbuhan fee income sebesar 16,3% yang mencapai sekitar Rp915,7 miliar. Ini menunjukkan efektivitas strategi penetrasi pasar melalui agen.
Ekspansi layanan BRI bahkan menjangkau masyarakat Indonesia di luar negeri. Salah satu inovasi terbaru adalah peluncuran BRImo Taiwan pada 23 Agustus 2026. Sejak soft launching-nya pada 22 Maret 2026, aplikasi ini telah menarik lebih dari 1.460 pengguna, menunjukkan respons positif dari para pekerja migran.
BRImo Taiwan menawarkan kemudahan mobile banking 24/7 dengan beragam fitur esensial. Mulai dari pengiriman uang ke tanah air, transfer lokal, pembayaran QR dan kode billing MPN, pengecekan mutasi rekening, hingga konversi valuta asing dari USD ke NTD, semua tersedia dalam genggaman.
Ke depan, Aquarius menegaskan komitmen BRI untuk terus mengintegrasikan berbagai ekosistem digitalnya. BRImo, merchant, QRIS, BRILink Agen, payroll, dan transaction banking akan disinergikan secara menyeluruh guna memperkuat posisi BRI sebagai bank transaksi utama (primary transaction bank) bagi seluruh segmen nasabah.
Mengakhiri penjelasannya, Aquarius menekankan bahwa digitalisasi bagi BRI bukan sekadar angka pengguna atau volume transaksi semata. "Tujuan akhir kami adalah mentransformasi setiap transaksi menjadi sebuah hubungan yang erat dengan nasabah, mengubah hubungan tersebut menjadi Dana Pihak Ketiga (CASA), dan pada akhirnya menjadikan CASA sebagai fondasi pertumbuhan BRI yang lebih berkelanjutan," jelasnya. Ia menambahkan, "Inilah esensi dari transformasi funding franchise kami. Semakin banyak aktivitas ekonomi nasabah yang terintegrasi dalam ekosistem BRI, semakin kokoh pula kemampuan kami untuk membangun dana murah secara organik dan berkelanjutan."






