Strategi Besar Siloam Kuasai Aset RS

Author Image

Endang Wulansari

23 September 2026, 00:31 WIB

Jabarpos.id – Raksasa penyedia layanan kesehatan di tanah air, PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), tengah menyiapkan langkah ekspansi yang sangat masif. Perusahaan ini berencana melakukan akuisisi terhadap 14 perusahaan yang memiliki aset rumah sakit milik First Real Estate Investment Trust (First REIT). Langkah ambisius ini diperkirakan akan menelan biaya investasi yang sangat fantastis, yakni mencapai Rp 6,9 triliun.

Langkah strategis ini diambil untuk memperkuat dominasi Siloam di industri kesehatan nasional. Selama ini, Siloam telah bertindak sebagai operator untuk sejumlah fasilitas kesehatan yang dimiliki oleh First REIT di Indonesia. Namun, dengan rencana akuisisi ini, Siloam berupaya mengubah status dari sekadar pengelola menjadi pemilik penuh atas aset-aset strategis tersebut.

Strategi Besar Siloam Kuasai Aset RS
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Berdasarkan informasi resmi yang disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen Siloam menjelaskan bahwa tujuan utama dari aksi korporasi ini adalah untuk mengintegrasikan layanan kesehatan secara menyeluruh. Dengan memiliki aset secara langsung, Siloam akan memiliki kendali penuh dalam aspek pengelolaan, pemeliharaan, hingga perencanaan strategis jangka panjang.

"Kepemilikan langsung memberikan keleluasaan penuh bagi Perseroan untuk mengoptimalkan investasi sesuai dengan kebutuhan medis dan komersial. Hal ini sebelumnya menjadi tantangan karena adanya batasan dalam melakukan renovasi maupun ekspansi akibat ketentuan sewa," tulis manajemen dalam keterangannya, Selasa (22/9/2026).

Proses pengambilalihan ini direncanakan akan berlangsung dalam dua fase utama. Pada tahap pertama, Siloam akan mengambil alih 100 persen saham dari delapan perusahaan sasaran melalui Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (CSPA) yang ditargetkan mulai pada 1 April 2026. Nilai transaksi pada tahap awal ini diperkirakan menyentuh angka Rp 4,07 triliun.

Beberapa aset penting yang masuk dalam daftar akuisisi tahap pertama meliputi Siloam Hospitals Sriwijaya Palembang, Siloam Hospitals Purwakarta, Siloam Hospitals Lippo Village di Tangerang, hingga Siloam Hospitals Kebon Jeruk di Jakarta Barat. Selain itu, ekspansi ini juga menjangkau wilayah Bali melalui Siloam Hospitals Denpasar, serta wilayah Indonesia Timur seperti Kupang, Baubau, dan Manado.

Memasuki tahap kedua, Siloam berencana mengakuisisi enam perusahaan tambahan jika opsi jual (Put Option Agreement) dilaksanakan oleh pemegang opsi. Nilai transaksi pada tahap kedua ini diproyeksikan mencapai Rp 2,8 triliun. Daftar aset dalam tahap kedua ini mencakup lokasi-lokasi premium seperti Siloam Hospitals TB Simatupang di Jakarta Selatan, Mochtar Riady Comprehensive Cancer Centre di Jakarta Pusat, hingga Siloam Hospitals Yogyakarta dan Makassar.

Meski langkah ini diprediksi akan mendongkrak arus kas dan laba bersih perusahaan dalam jangka panjang, manajemen memberikan catatan penting. Dalam jangka pendek, perusahaan kemungkinan akan mengalami tekanan pada arus kas dan laba bersih akibat meningkatnya beban bunga dari pinjaman yang digunakan untuk mendanai transaksi jumbo ini. Namun, Siloam optimis bahwa integrasi layanan ini akan menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan berkelanjutan di masa depan. Melansir laporan dari jabarpos.id.

Related Post