Aksi Borong Saham Edwin Soeryadjaya

Author Image

Endang Wulansari

25 September 2026, 02:04 WIB

Jabarpos.id – Kabar mengejutkan datang dari jajaran petinggi PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG). Salah satu tokoh kunci di balik perusahaan investasi raksasa tersebut, Edwin Soeryadjaya, dilaporkan baru saja melakukan aksi korporasi dengan menambah porsi kepemilikan sahamnya secara signifikan. Langkah ini menarik perhatian para pelaku pasar modal karena dilakukan secara bertahap dalam waktu yang berdekatan.

Berdasarkan data keterbukaan informasi yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), Edwin Soeryadjaya selaku Komisaris SRTG telah melakukan pembelian sebanyak 784.100 lembar saham perusahaan. Transaksi ini tidak dilakukan dalam satu waktu sekaligus, melainkan melalui dua tahap pembelian yang berbeda dalam kurun waktu dua hari.

Aksi Borong Saham Edwin Soeryadjaya
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Detail transaksi pertama tercatat terjadi pada tanggal 22 September 2026. Pada hari tersebut, Edwin menyerap sebanyak 330.000 lembar saham dengan harga beli di level Rp1.779 per lembar. Tak berhenti di situ, keesokan harinya pada 23 September 2026, ia kembali melakukan pembelian agresif sebanyak 454.100 lembar saham dengan harga yang sedikit lebih tinggi, yakni Rp1.791 per lembar.

Jika ditotal secara keseluruhan, nilai investasi yang dikucurkan oleh Edwin Soeryadjaya untuk menambah kepemilikan sahamnya ini mencapai angka sekitar Rp1,4 miliar. Melansir laporan resmi, aksi beli ini dilakukan secara langsung dengan tujuan utama sebagai instrumen investasi jangka panjang.

Pergerakan modal dari sang petinggi ini berdampak langsung pada struktur kepemilikan saham di SRTG. Sebelum melakukan transaksi tambahan ini, Edwin tercatat memiliki 4.876.599.190 lembar saham dengan total hak suara sebesar 35,9503%. Namun, setelah penambahan 784.100 lembar saham tersebut, total kepemilikan sahamnya kini melonjak menjadi 4.877.383.290 lembar saham.

Peningkatan jumlah saham ini secara otomatis memperkuat posisi kendali Edwin di perusahaan, di mana hak suaranya kini merangkak naik menjadi 35,9561%. Meskipun kenaikan persentase hak suara terlihat kecil secara angka desimal, namun secara psikologis pasar, aksi beli oleh orang dalam (insider buying) sering kali dianggap sebagai sinyal positif.

Para analis pasar modal menilai bahwa langkah Edwin Soeryadjaya ini menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi terhadap prospek bisnis Saratoga di masa depan. Ketika seorang petinggi perusahaan memutuskan untuk mengeluarkan uang pribadinya guna membeli lebih banyak saham, hal tersebut sering kali diinterpretasikan sebagai keyakinan bahwa harga saham saat ini masih berada di bawah nilai intrinsiknya atau memiliki potensi pertumbuhan yang menjanjikan.

Hingga berita ini diturunkan, pelaku pasar masih memantau bagaimana respons harga saham SRTG di lantai bursa menyusul pengumuman kepemilikan saham baru ini. Bagi investor ritel, aksi korporasi ini menjadi catatan penting untuk memperhatikan pergerakan saham-saham yang dikelola oleh grup Saratoga.

Related Post