Empat Saham Ini Digembok Bursa Efek Indonesia

Author Image

Endang Wulansari

25 September 2026, 10:31 WIB

Jabarpos.id – Dinamika pasar modal Indonesia kembali memanas setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) mengambil langkah tegas terhadap sejumlah emiten. Pada perdagangan Jumat (25/9/2026), otoritas bursa secara resmi melakukan penghentian sementara atau suspensi terhadap empat saham sekaligus. Langkah ini diambil menyusul pergerakan harga saham keempat emiten tersebut yang dinilai mengalami fluktuasi sangat liar dan tidak wajar.

Keempat emiten yang terkena dampak "gembok" bursa tersebut adalah raksasa konstruksi PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE), PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI), dan PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO). Suspensi ini mulai diberlakukan sejak sesi pertama perdagangan dimulai, guna memberikan ruang bagi pasar untuk bernapas.

Empat Saham Ini Digembok Bursa Efek Indonesia
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Pihak BEI menjelaskan bahwa kebijakan suspensi ini merupakan bagian dari mekanisme cooling down. Tujuan utamanya adalah untuk memberikan perlindungan maksimal bagi para investor ritel maupun institusi. Dengan adanya penghentian sementara ini, pelaku pasar diharapkan memiliki waktu yang cukup untuk mencerna informasi, melakukan analisis mendalam, serta mempertimbangkan kembali keputusan investasi mereka agar tidak terjebak dalam euforia pasar yang berisiko tinggi.

Salah satu emiten yang menjadi sorotan utama adalah WSKT. Berdasarkan pengumuman resmi bernomor Peng-SPT-00017/BEI.PP3/09-2026, BEI merasa perlu menghentikan sementara perdagangan saham WSKT baik di Pasar Reguler maupun Pasar Tunai. Sebelum terkena suspensi, saham WSKT tercatat berada di level Rp202 per lembar saham.

Fenomena kenaikan harga yang ekstrem juga menyasar emiten lainnya. Saham SMLE terpantau melonjak hingga 6,02% ke posisi Rp282 per saham. Jika menilik performa jangka panjangnya, kenaikan SMLE sangat fantastis, yakni mencapai 71,95% dalam satu bulan terakhir dan melonjak 73% secara year to date.

Kondisi serupa terjadi pada saham ASLI yang meroket 17,39% ke harga Rp486 per saham. Meskipun secara tahunan (year to date) saham ini sempat terkoreksi 9,16%, namun dalam kurun waktu satu bulan, ASLI mencatatkan pertumbuhan luar biasa sebesar 118,92%.

Tak ketinggalan, saham WAPO juga menunjukkan volatilitas yang tinggi dengan kenaikan 24,82% ke level Rp352 per saham. Performa WAPO dalam sebulan terakhir tercatat naik tajam sebesar 118,63%, sementara secara tahunan telah menguat 95,56%.

Melalui tindakan ini, BEI mengimbau kepada seluruh investor agar senantiasa waspada dan tidak hanya terpaku pada pergerakan harga sesaat. Para pelaku pasar diminta untuk selalu memantau keterbukaan informasi yang disampaikan oleh masing-masing perseroan guna menghindari kerugian akibat spekulasi yang tidak berdasar.

Related Post