Daftar Saham yang Diburu Asing Saat IHSG Merah

Author Image

Endang Wulansari

3 Oktober 2026, 15:04 WIB

Jabarpos.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa yang kurang menggembirakan pada perdagangan sesi pertama, Jumat (2/10/2026). Indeks mengalami tekanan jual yang cukup signifikan hingga harus menutup sesi siang di level 5.989,02. Penurunan ini tercatat sebesar 20,49 poin atau setara dengan 0,34 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Kondisi pasar yang sedang lesu ini ternyata memicu pergerakan menarik dari para investor mancanegara. Meskipun secara keseluruhan arus modal asing tercatat keluar dari pasar saham Indonesia, terdapat sejumlah emiten tertentu yang justru menjadi incaran dan diborong oleh investor asing. Berdasarkan data dari Stockbit, total transaksi asing pada sesi I ini menunjukkan angka penjualan bersih (net sell) mencapai Rp1,17 triliun. Secara akumulatif, total pembelian asing menyentuh Rp1,70 triliun, sementara total penjualan mencapai angka Rp2,87 triliun.

Daftar Saham yang Diburu Asing Saat IHSG Merah
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Di tengah arus keluar modal tersebut, PT Astra International Tbk. (ASII) muncul sebagai primadona yang paling banyak diburu investor asing dengan nilai pembelian mencapai Rp19,54 miliar. Tak ketinggalan, sektor pertambangan dan komoditas juga menunjukkan daya tarik yang kuat. PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) menempati posisi kedua dengan nilai beli Rp16,58 miliar, disusul oleh PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) sebesar Rp10,26 miliar.

Selain itu, beberapa saham lain yang masuk dalam radar belanja asing antara lain PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) sebesar Rp6,22 miliar, PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) Rp5,94 miliar, dan PT United Tractors Tbk. (UNTR) senilai Rp5,36 miliar. Nama-nama lain seperti PT Petrosea Tbk. (PTRO), PT Vale Indonesia Tbk. (INCO), hingga PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) juga tercatat mengalami aksi beli bersih oleh investor asing.

Namun, di sisi lain, tekanan jual yang masif terjadi pada saham teknologi raksasa, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO). Saham ini menjadi penyumbang arus keluar modal terbesar dengan nilai net sell mencapai Rp844,04 miliar. Selain GOTO, sektor perbankan juga mengalami tekanan jual yang cukup terasa, terutama pada tiga bank besar yakni BBRI, BBCA, dan BMRI.

Melihat dinamika pasar yang fluktuatif, para pelaku pasar kini tengah bersiap menghadapi berbagai sentimen global dan domestik yang dapat memengaruhi pergerakan indeks di sesi berikutnya. Dari sisi dalam negeri, isu mengenai reshuffle kabinet serta kebijakan implementasi short selling menjadi perhatian utama. Sementara dari kancah internasional, pasar global masih dibayangi oleh ketidakpastian geopolitik, fluktuasi harga minyak, serta rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat seperti data ketenagakerjaan (non-farm payrolls) dan tingkat inflasi yang diprediksi akan menentukan arah pasar ke depan.

Related Post