Daftar Saham Pembagi Dividen Paling Menggiurkan

Author Image

Endang Wulansari

4 Oktober 2026, 15:31 WIB

Jabarpos.id – Mencari pendapatan pasif melalui pasar modal kini menjadi tren yang semakin diminati oleh para investor di Indonesia. Salah satu strategi yang paling populer adalah dengan mengincar saham-saham yang rutin membagikan dividen dengan imbal hasil atau yield yang tinggi. Selain mengharapkan keuntungan dari kenaikan harga saham (capital gain), dividen memberikan arus kas rutin yang sangat menguntungkan selama perusahaan tetap konsisten menjalankan kebijakan pembagian labanya.

Berdasarkan data perdagangan terbaru, terdapat sejumlah emiten dengan kapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun yang mampu memberikan imbal hasil dividen fantastis, yakni mencapai angka 10% atau bahkan lebih. Kehadiran saham-saham "pembagi cuan" ini menjadi daya tarik tersendiri di tengah fluktuasi pasar yang dinamis.

Daftar Saham Pembagi Dividen Paling Menggiurkan
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Secara teknis, nilai yield dihitung dengan membandingkan harga saham saat ini dengan total akumulasi dividen per saham selama 12 bulan terakhir. Rumus sederhananya adalah total dividen tahunan per saham dibagi dengan harga saham terkini, kemudian dikalikan 100%. Sebagai contoh, jika sebuah bank memiliki dividen Rp476,96 per saham dan harga sahamnya berada di level Rp4.180, maka imbal hasilnya adalah sekitar 11,4%. Perlu dicatat bahwa nilai yield ini bersifat dinamis; jika harga saham turun sementara dividen tetap, maka persentase yield akan terlihat meningkat, begitu pula sebaliknya.

Berdasarkan pantauan data, PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) memimpin daftar dengan imbal hasil mencapai 18,6%. Menyusul di posisi berikutnya adalah PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) yang menawarkan yield sebesar 16,3%.

Menariknya, sektor perbankan raksasa juga turut mendominasi daftar ini. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan imbal hasil sebesar 11,4%, disusul oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan angka 11,0%. Kehadiran sektor perbankan, komoditas, hingga barang konsumsi dalam daftar ini memberikan fleksibilitas bagi investor untuk menyusun portofolio sesuai dengan profil risiko masing-masing.

Selain perbankan dan tambang, sektor barang konsumsi juga menunjukkan performa dividen yang kuat. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menawarkan imbal hasil sebesar 11,3%, sementara PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) mencatatkan angka 10,7%. Sektor komoditas lainnya yang juga masuk dalam radar investor adalah CITA, TAPG, ADRO, dan AADI.

Meski angka imbal hasil yang tinggi terlihat sangat menggiurkan, investor diingatkan untuk tetap waspada dan tidak terjebak secara impulsif. Angka yield yang tinggi tidak selalu berarti harga saham tersebut sedang murah atau layak beli. Perlu diingat bahwa data ini bersifat historis dan tidak menjamin perusahaan akan membagikan dividen dengan nominal yang sama di masa depan.

Ada kalanya yield melonjak tinggi hanya karena harga saham sedang jatuh atau karena adanya pembagian dividen khusus yang bersifat tidak rutin. Oleh karena itu, investor sangat disarankan untuk tetap melakukan analisis mendalam terhadap fundamental perusahaan, mulai dari pertumbuhan laba, arus kas, tingkat utang, hingga rasio pembayaran dividen (payout ratio). Yield tinggi sebaiknya hanya digunakan sebagai indikator awal dalam menyaring saham, bukan sebagai satu-satunya dasar pengambilan keputusan investasi.

Related Post