Jabarpos.id – Pasar modal Indonesia kembali menghadapi tekanan hebat pada perdagangan sesi pertama hari ini, Kamis (1/10/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau terperosok ke zona merah dengan penurunan yang cukup signifikan. Hingga penutupan sesi I, indeks berada di level 6.020,70, merosot 50,44 poin atau setara dengan pelemahan 0,83 persen.
Kondisi pasar yang lesu ini dibarengi dengan aktivitas keluar masuknya modal asing yang cukup masif. Berdasarkan data transaksi, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp204,30 miliar. Jika menilik rinciannya, total nilai pembelian oleh investor asing mencapai Rp1,70 triliun, namun angka ini tidak mampu membendung arus penjualan yang menyentuh angka Rp1,90 triliun.
Meskipun indeks secara keseluruhan mengalami koreksi, pergerakan investor asing tidak sepenuhnya seragam. Ada beberapa emiten yang justru menjadi incaran koleksi para pemain asing di tengah badai pelemahan pasar. Saham PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) menjadi primadona dengan nilai pembelian asing mencapai Rp54,46 miliar melalui volume perdagangan sebanyak 39,16 juta saham.
Also Read
Selain ENRG, raksasa perbankan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) juga tetap mendapatkan kepercayaan investor global dengan nilai beli sebesar Rp28,31 miliar. Tak ketinggalan, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) turut diborong asing dengan nilai transaksi mencapai Rp25,00 miliar. Saham-saham blue chip lainnya seperti PT Astra International Tbk. (ASII) dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) juga masuk dalam daftar akumulasi asing dengan nilai masing-masing Rp15,84 miliar dan Rp11,67 miliar.
Di sektor lain, investor asing juga tampak melirik saham PT Timah Tbk. (TINS) senilai Rp10,08 miliar, PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk. (ULTJ) sebesar Rp7,37 miliar, serta PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) senilai Rp6,22 miliar. Sektor perbankan syariah dan BUMN juga mencatatkan aliran dana masuk, di mana PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) masing-masing diborong sebesar Rp5,70 miliar dan Rp5,43 miliar.
Namun, di sisi lain, tekanan jual yang besar terjadi pada sejumlah saham teknologi dan komoditas. Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) menjadi yang paling banyak dilepas oleh investor asing dengan nilai net sell mencapai Rp62,77 miliar. Disusul oleh PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) yang mengalami aksi jual sebesar Rp29,52 miliar dan PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) sebesar Rp24,55 miliar.
Sektor perbankan besar lainnya juga tidak luput dari tekanan. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp19,80 miliar, sementara PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dilepas senilai Rp15,26 miliar. Selain itu, saham PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), PT Indosat Tbk. (ISAT), hingga PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) juga turut masuk dalam daftar saham yang ditinggalkan oleh investor asing pada sesi pertama ini.






