Misteri Asing Jual Saham Tapi Borong 10 Emiten Ini

Author Image

Endang Wulansari

5 Oktober 2026, 08:31 WIB

Jabarpos.id – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Jumat (2/10/2026) menyuguhkan dinamika yang cukup kontradiktif. Di saat indeks berhasil mengakhiri sesi di zona hijau, para investor mancanegara justru menunjukkan kecenderungan untuk melepas kepemilikan mereka secara masif di pasar modal Indonesia.

Berdasarkan data penutupan pasar, IHSG berhasil naik tipis sebesar 0,46 persen atau bertambah 27,38 poin, sehingga menyentuh level 6.036,89. Perjalanan indeks sepanjang hari tersebut tergolong fluktuatif. IHSG dibuka pada posisi 6.018,08, sempat melesat hingga menyentuh level tertinggi di 6.053,23, namun sempat tertekan hingga turun ke level terendah di 6.979,98 sebelum akhirnya mampu bangkit kembali ke zona positif.

Misteri Asing Jual Saham Tapi Borong 10 Emiten Ini
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Melihat komposisi pergerakan saham, penguatan indeks ini didorong oleh 319 saham yang bergerak naik. Namun, jumlah saham yang melemah sedikit lebih banyak, yakni sebanyak 337 saham, sementara 134 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan. Aktivitas perdagangan hari itu tergolong cukup ramai dengan volume transaksi mencapai 121,54 miliar saham. Nilai transaksi yang berputar di bursa menyentuh angka Rp12,26 triliun dengan frekuensi transaksi sebanyak 1,62 juta kali.

Sektor-sektor yang menjadi motor penggerak penguatan IHSG kali ini meliputi sektor energi, konsumer primer, teknologi, serta sektor finansial. Keempat sektor ini memberikan bantalan yang cukup kuat bagi indeks di tengah tekanan jual yang terjadi.

Namun, ada fenomena menarik yang terjadi di balik penguatan indeks tersebut. Meskipun IHSG naik, investor asing justru mencatatkan aksi jual bersih atau net sell yang cukup signifikan, yakni mencapai Rp1,27 triliun secara keseluruhan. Jika dibedah lebih dalam, aksi jual ini terjadi secara masif di pasar reguler dengan nilai mencapai Rp1,31 triliun. Meski demikian, di pasar negosiasi dan pasar tunai, investor asing masih mencatatkan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp32,82 miliar.

Secara akumulatif, nilai pembelian asing tercatat sebesar Rp4,26 triliun, angka ini masih jauh di bawah nilai penjualan mereka yang menembus Rp5,53 triliun. Kondisi ini berbanding terbalik dengan investor domestik yang justru tampil dominan sebagai pembeli. Investor lokal mencatatkan nilai pembelian sebesar Rp8,00 triliun, sementara nilai penjualannya berada di angka Rp6,73 triliun.

Meski secara keseluruhan asing melakukan aksi jual besar-besaran, mereka tidak sepenuhnya meninggalkan pasar. Ada anomali di mana sejumlah emiten tertentu justru tetap menjadi incaran dan diborong oleh investor asing. Fenomena ini menunjukkan bahwa meski sentimen global atau makro mungkin mendorong mereka keluar dari pasar secara umum, mereka tetap melakukan seleksi ketat terhadap saham-saham tertentu yang dianggap masih memiliki prospek cerah atau fundamental yang kuat.

Berdasarkan data dari Stockbit, terdapat 10 saham yang menjadi primadona dan mencatatkan nilai net foreign buy atau pembelian bersih oleh asing tertinggi pada perdagangan Jumat tersebut. Hal ini menjadi sinyal bagi para pelaku pasar untuk memperhatikan saham-saham mana saja yang tetap mampu bertahan dan menarik minat modal asing di tengah arus keluar modal yang besar.

Related Post