Jabarpos.id – Pasar modal Indonesia akhirnya menunjukkan taringnya setelah sempat mengalami tekanan panjang. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil keluar dari zona merah dan menutup perdagangan pada Senin (5/10/2026) dengan performa yang cukup impresif. Setelah mengalami tren pelemahan selama enam hari berturut-turut, indeks akhirnya kembali ke zona hijau dengan lonjakan yang cukup signifikan.
Berdasarkan data penutupan perdagangan, IHSG mencatatkan kenaikan sebesar 1,36% dan mendarat di level 6.118,86. Kenaikan ini menjadi angin segar bagi para pelaku pasar setelah sebelumnya sempat dihantam sentimen negatif yang membuat indeks terus merosot. Dominasi penguatan terlihat jelas dengan sebanyak 526 saham yang berhasil ditutup di zona hijau, sementara hanya 153 saham yang mengalami pelemahan. Adapun 113 saham lainnya terpantau stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.
Meskipun indeks menunjukkan performa yang kuat, volume transaksi yang tercatat tidak terlalu besar. Nilai transaksi harian hanya menyentuh angka Rp9,91 triliun, dengan total 40,97 miliar saham yang berpindah tangan melalui 1,64 juta kali transaksi. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun ada pergerakan harga yang signifikan, antusiasme pasar secara keseluruhan masih tergolong moderat.
Also Read
Namun, ada fenomena menarik yang patut dicermati oleh para investor, yakni adanya aksi jual masif oleh investor asing. Di tengah penguatan IHSG, investor asing justru memilih untuk melakukan aksi jual bersih (net foreign sell). Di seluruh pasar, investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp115,72 miliar. Jika dipersempit pada pasar reguler saja, angka penjualan bersih asing mencapai Rp123,10 miliar.
Fenomena ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara pergerakan indeks dengan arus modal asing. Meskipun indeks naik, investor global justru terlihat sedang melakukan rebalancing portofolio atau mengambil keuntungan dari saham-saham tertentu. Menariknya, di sisi lain, investor asing masih melakukan pembelian bersih (net foreign buy) sebesar Rp7,39 miliar, namun hanya terbatas pada pasar negosiasi dan pasar tunai.
Lantas, saham apa saja yang menjadi target utama para investor asing untuk dilepas? Berdasarkan data yang dihimpun dari Stockbit, terdapat sejumlah saham unggulan yang paling banyak diborong keluar oleh investor asing selama perdagangan berlangsung. Meskipun daftar lengkapnya terus bergerak dinamis, aksi jual asing pada saham-saham berkapitalisasi besar ini menjadi perhatian utama para analis pasar modal.
Para investor disarankan untuk tetap waspada dan memperhatikan aliran dana asing (foreign flow) ini. Meskipun IHSG menguat, aksi jual asing pada saham-saham tertentu bisa menjadi indikasi adanya potensi koreksi lanjutan atau sekadar strategi profit taking oleh pemegang modal besar. Oleh karena itu, analisis mendalam terhadap fundamental dan sentimen global tetap menjadi kunci utama dalam mengambil keputusan investasi di tengah kondisi pasar yang fluktuatif seperti saat ini.






