Low Tuck Kwong Tambah Jumlah Saham ke Haji Isam

Author Image

Endang Wulansari

6 Oktober 2026, 21:31 WIB

Jabarpos.id – Dunia korporasi tanah air kembali dikejutkan dengan adanya dinamika besar dalam struktur kepemilikan saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Sang taipan batu bara, Dato’ Low Tuck Kwong, bersama putrinya, Elaine Low, memutuskan untuk melakukan perubahan signifikan dalam kesepakatan jual beli saham mereka dengan pihak Jhonlin Group.

Langkah strategis ini melibatkan PT Jhonlin Baratama, sebuah entitas yang merupakan bagian dari imperium bisnis milik pengusaha ternama Andi Syamsuddin Arsyad, atau yang lebih akrab disapa Haji Isam. Perubahan ini menandakan adanya penambahan volume saham yang akan dialihkan dari tangan keluarga Low kepada pihak Jhonlin.

Low Tuck Kwong Tambah Jumlah Saham ke Haji Isam
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Berdasarkan informasi terbaru yang dihimpun, jumlah saham yang semula direncanakan untuk dilepas mengalami kenaikan. Dalam kesepakatan awal, Dato’ Low Tuck Kwong dan Elaine Low berencana mengalihkan sebanyak 10.000.000.500 lembar saham biasa. Namun, melalui amandemen perjanjian terbaru, angka tersebut melonjak menjadi 10.084.088.370 lembar saham.

Direktur Bayan Resources, Jenny Quantero dan Alastair Mcleod, telah menyampaikan rincian perubahan ini melalui surat resmi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, 6 Oktober 2026. Dalam dokumen tersebut, dijelaskan bahwa penandatanganan perubahan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PJBS) tersebut telah dilakukan pada 1 Oktober 2026.

Secara kronologis, aksi korporasi ini bermula pada pertengahan September 2026, saat perusahaan pertama kali mengumumkan rencana pengalihan saham pengendali. Transaksi besar ini memang telah menjadi sorotan pasar sejak awal karena melibatkan dua raksasa di sektor energi Indonesia.

Meskipun terjadi penambahan jumlah saham yang akan berpindah tangan, manajemen Bayan Resources menegaskan bahwa langkah ini tidak akan mengganggu stabilitas perusahaan. Pihak perseroan menyatakan bahwa perubahan perjanjian ini tidak akan menimbulkan dampak material negatif, baik dari sisi operasional, aspek hukum, maupun kondisi keuangan perusahaan.

"Setelah seluruh transaksi selesai dan semua syarat pendahuluan terpenuhi, pihak pembeli akan resmi memegang 10.084.088.370 saham biasa di Perseroan," tulis manajemen dalam keterbukaan informasinya.

Perlu dicatat bahwa penyelesaian akhir dari transaksi raksasa ini masih harus melewati sejumlah tahapan dan pemenuhan kondisi pendahuluan (conditions precedent) yang telah ditetapkan. Jika seluruh persyaratan tersebut terpenuhi, maka wajah kepemilikan di PT Bayan Resources Tbk akan mengalami pergeseran yang semakin kuat ke arah Jhonlin Group.

Langkah ini dipandang oleh banyak pengamat sebagai bagian dari konsolidasi kekuatan di sektor energi nasional, di mana kolaborasi atau peralihan aset antar pemain besar sering kali menjadi sinyal perubahan peta kekuatan industri batu bara di Indonesia. Melansir laporan dari jabarpos.id, pasar kini tengah menantikan bagaimana dampak jangka panjang dari perubahan struktur kepemilikan ini terhadap kinerja saham BYAN di lantai bursa.

Related Post