Strategi Baru Haji Isam Borong Saham Bayan

Author Image

Endang Wulansari

7 Oktober 2026, 08:04 WIB

Jabarpos.id – Langkah strategis diambil oleh salah satu konglomerat ternama Indonesia, Haji Isam, melalui perusahaannya, PT Jhonlin Baratama. Dalam sebuah manuver korporasi terbaru, perusahaan yang berafiliasi dengan tokoh besar ini memutuskan untuk memperbesar porsi kepemilikan sahamnya di emiten pertambangan raksasa, PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

Keputusan ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan informasi terbaru yang dihimpun dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), terdapat perubahan signifikan dalam Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PJBS) yang sebelumnya telah disepakati. Perubahan ini menandakan ambisi yang lebih besar dari pihak pembeli untuk memperkuat posisi mereka di dalam struktur kepemilikan Bayan Resources.

Strategi Baru Haji Isam Borong Saham Bayan
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Dalam dokumen resmi yang dirilis manajemen, jumlah saham yang akan diakuisisi oleh PT Jhonlin Baratama mengalami kenaikan. Jika sebelumnya kesepakatan awal mencakup sekitar 10 miliar saham, kini angka tersebut melonjak menjadi 10.084.088.370 saham biasa. Artinya, terdapat penambahan sekitar 84 juta lembar saham yang kini masuk dalam radar akuisisi Haji Isam.

Rangkaian transaksi ini bermula dari penandatanganan PJBS nomor 466/BR-OJK/IX/2026 pada pertengahan September 2026. Proses hukum ini melibatkan Dato’ Low Tuck Kwong dan Elaine Low sebagai pihak penjual, yang kemudian melakukan kesepakatan lanjutan dengan PT Jhonlin Baratama selaku pembeli pada awal Oktober 2026. Perubahan jumlah saham ini merupakan hasil dari negosiasi ulang yang dilakukan oleh kedua belah pihak untuk mencapai angka final yang disepakati.

Langkah penambahan porsi saham ini tentu menarik perhatian para pelaku pasar modal. Di satu sisi, peningkatan jumlah saham yang dibeli oleh entitas besar seperti Jhonlin Baratama menunjukkan kepercayaan yang tinggi terhadap prospek bisnis Bayan Resources di masa depan. Di sisi lain, konsolidasi kepemilikan ini akan mengubah peta kekuatan di sektor pertambangan batu bara nasional.

Menanggapi perubahan besar dalam perjanjian tersebut, pihak manajemen PT Bayan Resources Tbk memberikan pernyataan menenangkan kepada para investor. Manajemen menegaskan bahwa meskipun terjadi perubahan jumlah saham yang dialihkan, transaksi ini dipastikan tidak akan memberikan dampak material yang negatif bagi perusahaan.

Lebih lanjut, manajemen menjamin bahwa aksi korporasi ini tidak akan mengganggu stabilitas operasional perusahaan, tidak menimbulkan masalah hukum yang berarti, serta tidak akan mengganggu kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha Perseroan secara keseluruhan. Dengan demikian, operasional tambang dan aktivitas bisnis harian BYAN diharapkan tetap berjalan normal tanpa hambatan teknis maupun finansial.

Hingga berita ini diturunkan, pasar masih terus memantau bagaimana dampak jangka panjang dari perubahan struktur kepemilikan ini terhadap pergerakan harga saham BYAN di lantai bursa. Namun yang pasti, manuver Haji Isam melalui PT Jhonlin Baratama ini telah menjadi sorotan utama dalam dinamika industri energi tanah air.

Related Post