Saham BYAN Merosot Tajam Usai Haji Isam Masuk

Author Image

Endang Wulansari

7 Oktober 2026, 10:31 WIB

Jabarpos.id – Pergerakan harga saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mendadak mengalami guncangan hebat di lantai bursa pada perdagangan Rabu (7/10/2026). Emiten batu bara raksasa milik konglomerat Low Tuck Kwong ini mencatatkan penurunan signifikan hingga menyentuh angka 5,02 persen. Kondisi ini terjadi tepat saat pasar merespons kabar mengenai adanya penambahan kepemilikan saham oleh PT Jhonlin Baratama, perusahaan yang terafiliasi dengan pengusaha ternama Andi Syamsuddin Arsyad atau yang akrab disapa Haji Isam.

Berdasarkan pantauan per pukul 10.00 WIB, harga saham BYAN merosot ke level Rp12.775 per lembar saham. Padahal, pada awal sesi perdagangan, saham ini sempat menunjukkan performa yang sangat impresif. BYAN dibuka di level Rp13.450 dan sempat melesat naik hingga menyentuh angka Rp14.250. Namun, euforia penguatan tersebut rupanya hanya bertahan sekejap. Tak lama berselang, tekanan jual yang masif mulai menghantam pasar, memaksa harga bergerak turun secara perlahan namun pasti sepanjang sesi pagi.

Saham BYAN Merosot Tajam Usai Haji Isam Masuk
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menjelang pukul 10.00 WIB, harga saham BYAN sempat menyentuh kisaran Rp12.800 hingga Rp12.900, yang merupakan level terendah dalam sesi perdagangan tersebut. Dari sisi aktivitas pasar, volume transaksi yang tercatat mencapai 3,32 juta saham. Angka ini tergolong cukup tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata volume transaksi harian perusahaan yang biasanya berada di kisaran 1,96 juta saham. Hal ini mengindikasikan adanya volatilitas yang cukup tinggi di tengah aksi jual investor.

Penyebab utama dari fluktuasi ini berkaitan erat dengan keterbukaan informasi yang dirilis oleh manajemen perusahaan. Merujuk pada data Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen BYAN mengonfirmasi adanya penambahan jumlah saham dalam Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PJBS). Jumlah saham yang sebelumnya tercatat sebanyak 10.000.000.500 saham biasa, kini bertambah menjadi 10.084.088.370 saham.

Meski pasar bereaksi negatif terhadap berita penambahan kepemilikan oleh pihak Jhonlin Baratama ini, pihak manajemen BYAN memberikan klarifikasi untuk menenangkan para pemegang saham. Manajemen menegaskan bahwa transaksi penambahan saham tersebut tidak akan membawa dampak buruk yang bersifat material bagi perusahaan.

"Kejadian tersebut tidak menimbulkan dampak material negatif yang dapat mengganggu kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha Perseroan," tulis pernyataan resmi manajemen dalam keterbukaan informasinya, Rabu (7/10/2026).

Secara kronologis, laporan ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan sebelumnya terkait penandatanganan PJBS Nomor 466/BR-OJK/IX/2026 pada 17 September 2026. Dalam dokumen tersebut, Dato’ Low Tuck Kwong dan Elaine Low telah menyepakati penjualan saham kepada PT Jhonlin Baratama. Perubahan terbaru muncul setelah adanya penandatanganan perubahan atas perjanjian tersebut pada 1 Oktober 2026, yang kemudian memicu dinamika baru di pasar modal Indonesia.

Related Post