IHSG Merosot Tajam Tertekan Saham Energi

Author Image

Endang Wulansari

8 Oktober 2026, 02:31 WIB

Jabarpos.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Rabu (7/10/2026) dengan performa yang kurang memuaskan. Setelah sempat menunjukkan tanda-tanda penguatan di awal sesi, bursa saham Indonesia justru terperosok ke zona merah dan berakhir di level 6.146,72. Penurunan ini mencatat koreksi sebesar 46,20 poin atau setara dengan 0,75% dari penutupan sebelumnya.

Perjalanan IHSG pada perdagangan hari ini tergolong fluktuatif. Pada pembukaan pasar, indeks sempat memberikan harapan dengan menguat ke level 6.210,42 dan bahkan menyentuh titik tertinggi di angka 6.214,76. Namun, euforia tersebut tidak bertahan lama. Tekanan jual yang masif segera muncul, menyeret indeks turun ke kisaran 6.170-an sebelum memasuki pukul 10.00 WIB.

IHSG Merosot Tajam Tertekan Saham Energi
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Meski sempat mencoba melakukan rebound ke area 6.200 pada awal sesi, IHSG kembali kehilangan momentum. Indeks terus tertekan hingga merosot ke kisaran 6.160-an menjelang pukul 11.00 WIB. Memasuki sesi siang hingga penutupan, pergerakan pasar cenderung bergerak menyamping (sideways) dalam rentang sempit di level 6.140 hingga 6.160, dengan titik terendah harian menyentuh 6.136,19.

Berdasarkan data dari Refinitiv, dominasi tekanan jual terlihat sangat nyata. Tercatat sebanyak 390 saham mengalami pelemahan, sementara 293 saham tidak bergerak, dan hanya 280 saham yang mampu mencatatkan penguatan. Sektor energi menjadi penyumbang kerugian terbesar dengan anjlok sebesar 2,6%. Selain itu, sektor infrastruktur juga melemah 1,8%, diikuti oleh sektor material dasar yang turun 0,8%.

Beberapa saham berkapitalisasi besar yang menjadi beban utama IHSG hari ini antara lain adalah PT Bayan Resources Tbk (BYAN), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Di sisi lain, upaya penyelamatan indeks dilakukan oleh saham-saham seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA), PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).

Total nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp8.650,59 miliar atau sekitar Rp8,65 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 366,37 juta lot.

Sentimen pasar saat ini tengah menantikan rilis risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) dari The Fed yang dijadwalkan terbit dini hari besok. Dokumen ini sangat krusial karena akan mengungkap detail di balik keputusan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi kisaran 3,75%-4,00%. Investor sangat menantikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter AS selanjutnya, terutama terkait persistensi inflasi.

Kondisi ini juga sejalan dengan pergerakan bursa Asia yang bervariasi, di mana indeks Nikkei 225 Jepang bergerak datar, sementara Kospi Korea Selatan turun 0,57% dan S&P/ASX 200 Australia melemah 0,13%. Dinamika ini menunjukkan adanya ketidakpastian pasar global yang turut memengaruhi psikologi investor di pasar domestik.

Related Post