Jabarpos.id – Kabar mengejutkan datang dari dunia pasar modal tanah air menyusul langkah strategis yang diambil oleh salah satu emiten milik pengusaha ternama, Haji Isam. PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR) baru saja memberikan informasi resmi terkait adanya aksi gadai saham dalam skala yang sangat besar yang dilakukan oleh pemegang saham pengendali perusahaan tersebut.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Eshan Agro Sentosa selaku pemegang saham pengendali JARR telah melakukan transaksi gadai saham dalam jumlah yang fantastis. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 7.997.556.204 lembar saham telah dijadikan sebagai jaminan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari skema pengikatan jaminan atas fasilitas kredit yang didapatkan oleh pihak afiliasi Perseroan dari salah satu bank terbesar di Indonesia, yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Transaksi yang tercatat terjadi pada akhir September 2026 ini mencengangkan karena mencakup 100 persen dari total kepemilikan saham yang dimiliki oleh PT Eshan Agro Sentosa di JARR. Artinya, seluruh aset saham yang dikuasai oleh entitas pengendali tersebut kini berstatus sebagai jaminan utang kepada pihak perbankan.
Also Read
Menanggapi dinamika ini, pihak manajemen JARR segera memberikan klarifikasi untuk menenangkan para investor dan pelaku pasar. Manajemen menegaskan bahwa meskipun seluruh saham milik pengendali digadaikan, hal tersebut sama sekali tidak akan mengubah struktur kendali perusahaan. PT Eshan Agro Sentosa dipastikan tetap memegang kendali penuh sebagai kelompok yang terorganisasi dalam Perseroan.
"Gadai saham tersebut tidak mengakibatkan perubahan pengendalian atas Perseroan. PT Eshan Agro Sentosa tetap menjadi Pengendali yang merupakan Kelompok Yang Terorganisasi Perseroan," tulis pernyataan resmi manajemen pada Kamis (10/10/2026).
Lebih lanjut, manajemen juga memberikan jaminan bahwa aksi korporasi ini tidak akan berdampak pada nilai kepemilikan saham publik. Tidak akan ada dilusi kepemilikan saham yang dialami oleh investor ritel maupun institusi lainnya. Selain itu, struktur permodalan perusahaan, baik modal ditempatkan maupun modal disetor, dinyatakan tetap stabil dan tidak mengalami perubahan sedikit pun akibat adanya transaksi gadai ini.
Pihak direksi JARR juga memastikan bahwa seluruh proses transaksi gadai saham ini telah melewati prosedur yang wajar. Mereka menjamin bahwa langkah ini telah selaras dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di pasar modal Indonesia.
Langkah penggadaian saham dalam jumlah besar oleh pemilik pengendali biasanya dipandang oleh pasar sebagai upaya untuk memperkuat likuiditas atau mendanai ekspansi bisnis di level grup. Meski demikian, investor tetap disarankan untuk terus memantau perkembangan kinerja fundamental JARR ke depannya guna melihat dampak jangka panjang dari fasilitas kredit yang diambil melalui Bank Mandiri tersebut. Melansir laporan dari jabarpos.id, transparansi ini diharapkan dapat menjaga kepercayaan pasar terhadap stabilitas emiten milik Haji Isam ini.






