Empat Saham Ini Digembok Bursa Efek

Author Image

Endang Wulansari

8 Oktober 2026, 10:04 WIB

Jabarpos.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengambil langkah tegas dengan melakukan penghentian sementara atau suspensi perdagangan terhadap empat emiten sekaligus. Keputusan ini diambil menyusul adanya pergerakan harga saham yang sangat signifikan pada keempat perusahaan tersebut. Langkah ini dilakukan sebagai upaya otoritas bursa dalam menjaga stabilitas pasar dan memberikan perlindungan maksimal bagi para investor ritel maupun institusi.

Berdasarkan informasi resmi yang dirilis, keempat emiten yang terkena dampak suspensi ini adalah PT Ifishdeco Tbk. (IFSH), PT MPX Logistics International Tbk. (MPXL), PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk. (PGLI), dan PT Artha Mahiya Investama Tbk. (AIMS). Penghentian perdagangan ini dijadwalkan mulai berlaku pada sesi pertama perdagangan hari ini, Kamis (8/10/2026).

Empat Saham Ini Digembok Bursa Efek
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Keputusan suspensi ini merupakan bagian dari mekanisme cooling down yang diterapkan oleh bursa. Melalui kebijakan ini, para pelaku pasar diberikan waktu tambahan untuk melakukan analisis mendalam dan mempertimbangkan keputusan investasi mereka secara lebih matang. Hal ini sangat krusial mengingat adanya volatilitas harga yang tidak wajar pada saham-saham tersebut sebelum suspensi diberlakukan.

Jika menilik data pasar sebelum penghentian perdagangan, saham PT Ifishdeco Tbk. (IFSH) menunjukkan performa yang sangat agresif. Harga saham IFSH tercatat melonjak hingga 10,19% ke level Rp2.270 per lembar. Jika ditarik ke belakang, kenaikan saham ini sangat fantastis, yakni mencapai 110,19% dalam satu bulan terakhir, dan melonjak hingga 187,34% sejak awal tahun berjalan (year to date).

Kondisi serupa juga terlihat pada saham PT MPX Logistics International Tbk. (MPXL). Saham ini mengalami kenaikan harga sebesar 20,61% ke posisi Rp316 per saham. Tren positif MPXL juga terlihat sangat kuat dengan pertumbuhan mencapai 86,98% dalam satu bulan dan naik 19,7% secara akumulatif sejak awal tahun.

Tidak hanya dua emiten tersebut, PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk. (PGLI) juga masuk dalam daftar pengawasan ketat bursa. Harga saham PGLI meroket 24,53% ke angka Rp396 per saham. Secara bulanan, saham ini telah mencatatkan kenaikan sebesar 88,57%, sementara secara tahunan (year to date) tumbuh sebesar 75,22%.

Terakhir, PT Artha Mahiya Investama Tbk. (AIMS) turut mengalami lonjakan harga yang signifikan sebesar 20% ke level Rp990 per saham. Performa AIMS tergolong sangat impresif dengan kenaikan 103,7% dalam satu bulan dan melonjak 160,53% sepanjang tahun ini.

Melalui kebijakan suspensi ini, BEI menghimbau seluruh investor agar tetap waspada dan selalu memantau keterbukaan informasi yang disampaikan oleh masing-masing emiten. Investor diharapkan tidak terjebak dalam spekulasi pasar yang berlebihan dan selalu mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam setiap transaksi di pasar modal.

Related Post