Tiket MotoGP Mandalika Ludes Hampir Habis

Author Image

Endang Wulansari

9 Oktober 2026, 00:04 WIB

Jabarpos.id – Antusiasme pecinta otomotif tanah air terhadap gelaran balap motor paling bergengsi di dunia, MotoGP, nampaknya tidak pernah surut. Menjelang pelaksanaan MotoGP Grand Prix of Indonesia 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, kabar menggembirakan datang dari sektor penjualan tiket. Hingga saat ini, tercatat sekitar 90 persen tiket untuk ajang yang akan digelar pada 9-11 Oktober 2026 tersebut telah terjual habis ke tangan para penggemar.

Fenomena lonjakan minat ini mendapat perhatian serius dari Badan Pengelola (BP) BUMN dan Danantara. Pihak manajemen menilai bahwa tingginya angka penjualan tiket merupakan bukti nyata bahwa Indonesia telah mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pasar terbesar untuk ajang MotoGP, khususnya di kawasan Asia. Hal ini didorong oleh populasi penduduk yang besar serta basis penggemar olahraga motor yang sangat militan di tanah air.

Tiket MotoGP Mandalika Ludes Hampir Habis
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Office BPI Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa tren positif ini bukan sekadar angka di atas kertas. Menurutnya, kehadiran MotoGP selama lima tahun terakhir telah memberikan dampak domino yang sangat signifikan terhadap pertumbuhan sektor pariwisata dan industri lokal di sekitar kawasan Mandalika.

"Kami melihat bahwa setelah lima tahun penyelenggaraan, MotoGP telah memberikan pengaruh besar terhadap sektor turisme dan ekosistem industri di Mandalika. Arus kunjungan masyarakat terus meningkat secara konsisten," ujar Dony dalam keterangan resminya.

Dampak nyata dari ajang internasional ini terlihat jelas pada transformasi wajah kawasan Mandalika. Jika sebelumnya kawasan tersebut belum sepadat sekarang, kini ekosistem pendukung pariwisata telah berkembang pesat. Dony mencatat adanya pertumbuhan masif pada sektor penyediaan akomodasi seperti hotel, menjamurnya berbagai restoran, hingga peningkatan konektivitas transportasi udara.

"Hasilnya sangat terasa. Trafik di Mandalika dalam lima tahun terakhir telah mengalami perubahan besar. Sekarang sudah banyak tersedia restoran, hotel, bahkan akses penerbangan internasional yang semakin memadai untuk mendukung wisatawan," tambah Dony.

Keberhasilan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada angka penjualan tiket semata. Pemerintah dan pemangku kepentingan berharap MotoGP Mandalika dapat menjadi motor penggerak ekonomi yang berkelanjutan bagi Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dengan ekosistem yang semakin matang, Mandalika diproyeksikan akan terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism kelas dunia yang mampu menarik perhatian mata internasional secara konsisten.

Melalui integrasi antara ajang olahraga kelas dunia dan pengembangan infrastruktur pariwisata yang tepat sasaran, Mandalika kini bukan lagi sekadar lintasan balap, melainkan simbol kemajuan ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis olahraga di Indonesia.

Related Post