Strategi Baru BI Perkuat Ekonomi Nasional

Author Image

Endang Wulansari

10 Oktober 2026, 02:31 WIB

Jabarpos.id – Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, menegaskan komitmen kuat lembaga bank sentral tersebut dalam mentransformasi sistem pembayaran di tanah air. Langkah ini diambil guna menciptakan ekosistem transaksi keuangan yang tidak hanya mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, tetapi juga inklusif dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Dalam sebuah dialog strategis, Destry menjelaskan bahwa penguatan sistem pembayaran merupakan instrumen krusial atau game changer bagi kebijakan moneter dan stabilitas ekonomi Indonesia. Dengan memperkuat infrastruktur pembayaran, BI berupaya menghadirkan layanan transaksi yang memenuhi tiga pilar utama: murah, aman, dan andal. Hal ini menjadi fondasi penting agar masyarakat dapat bertransaksi tanpa hambatan teknis maupun biaya yang memberatkan.

Strategi Baru BI Perkuat Ekonomi Nasional
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Salah satu pilar utama dalam transformasi ini adalah pengembangan inovasi teknologi pembayaran digital. Destry menyoroti keberhasilan implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang telah membawa perubahan besar pada pola konsumsi masyarakat. Hingga saat ini, tercatat sudah ada sekitar 67 juta pengguna QRIS yang tersebar di seluruh pelosok negeri.

Lebih jauh lagi, ekosistem QRIS telah merangkul sekitar 46,7 juta merchant. Menariknya, sebanyak 95 persen dari jumlah pedagang tersebut merupakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Fenomena ini membuktikan bahwa digitalisasi pembayaran telah menjadi motor penggerak inklusi keuangan, di mana pelaku usaha kecil kini memiliki akses yang sama terhadap teknologi keuangan modern layaknya perusahaan besar.

Tidak berhenti di pasar domestik, Bank Indonesia juga tengah melakukan ekspansi besar-besaran melalui layanan QRIS Antar Negara. Inovasi ini memungkinkan wisatawan Indonesia bertransaksi di luar negeri dengan lebih praktis menggunakan aplikasi yang sudah ada. Setelah sukses di beberapa negara tetangga, BI berencana memperluas jangkauan layanan QRIS Antar Negara ini ke India dan Timor Leste dalam waktu dekat. Selain itu, pengembangan Kartu Kredit Indonesia (KKI) untuk segmen ritel juga terus digenjot guna memperkuat kedaulatan sistem pembayaran nasional.

Di tengah upaya kolaborasi yang masif dengan berbagai pihak, Destry memberikan penegasan penting mengenai posisi Bank Indonesia. Ia memastikan bahwa meskipun BI terus menjalin sinergi erat dengan pemerintah maupun lembaga lainnya, hal tersebut tidak akan sedikit pun mencederai independensi bank sentral.

Menurut Destry, sinergi yang dibangun adalah bentuk gerak bersama untuk mencapai tujuan ekonomi nasional, namun tetap menghormati batasan kewenangan masing-masing lembaga. Independensi BI tetap menjadi harga mati untuk menjaga stabilitas nilai rupiah dan kredibilitas kebijakan moneter. Dengan demikian, kolaborasi yang tercipta adalah kolaborasi yang sehat, di mana setiap institusi bekerja sesuai koridor hukumnya masing-masing demi kemajuan ekonomi Indonesia. Melalui langkah strategis ini, BI optimis sistem pembayaran nasional akan menjadi tulang punggung ekonomi digital yang tangguh di masa depan.

Related Post