Strategi Baru Adhi Karya Lepas Aset Triliunan

Author Image

Endang Wulansari

10 Oktober 2026, 06:04 WIB

Jabarpos.id – Raksasa konstruksi milik negara, PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI), tengah melakukan langkah besar dalam merombak struktur keuangannya. Menjelang rencana penggabungan usaha atau merger dengan PT PP (Persero) Tbk. (PTPP), emiten sektor karya ini memutuskan untuk melepas seluruh kepemilikan sahamnya di PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ). Langkah divestasi ini diprediksi akan memberikan suntikan dana segar yang sangat signifikan bagi perusahaan.

Berdasarkan informasi resmi yang dirilis pada 7 Oktober 2026, Adhi Karya akan menjual 1.714.808 lembar saham atau setara dengan 47,18% kepemilikan di JMJ kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Nilai transaksi yang disepakati dalam kesepakatan ini mencapai angka fantastis, yakni Rp1,76 triliun. Angka tersebut bahkan sedikit melampaui nilai pasar saham JMJ yang sebelumnya dinilai sebesar Rp1,73 triliun per akhir Juni 2026.

Strategi Baru Adhi Karya Lepas Aset Triliunan
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Keputusan strategis ini bukan tanpa alasan. Manajemen ADHI menegaskan bahwa divestasi ini merupakan bagian dari strategi asset recycling. Melalui skema ini, perusahaan berupaya mengoptimalkan nilai investasi dengan cara melepas aset non-inti guna mendapatkan nilai tambah yang lebih besar bagi kesehatan finansial perseroan. Langkah ini juga sejalan dengan instruksi strategis dari PT Danantara Asset Management (DAM) yang ingin menyehatkan kondisi keuangan BUMN karya agar dapat kembali fokus pada bisnis utama, yaitu sektor konstruksi.

Dana jumbo hasil penjualan saham tersebut nantinya akan dialokasikan untuk beberapa kebutuhan krusial. Prioritas utama adalah untuk membayar utang berbunga guna meringankan beban finansial dan memperbaiki struktur permodalan perusahaan. Selain itu, dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat modal kerja serta membiayai kebutuhan operasional lainnya sesuai dengan skala prioritas yang telah ditetapkan.

Salah satu alasan teknis di balik pelepasan saham ini adalah untuk memitigasi risiko kerugian. Berdasarkan kajian internal, JMJ yang mengelola konsesi Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo diprediksi masih akan mencatatkan kerugian pada fase awal operasionalnya. Hal ini disebabkan oleh pendapatan tol yang belum optimal karena volume lalu lintas yang masih berkembang, serta adanya beban bunga pembiayaan yang cukup tinggi. Dengan melepas kepemilikan, ADHI berharap tidak lagi terbebani oleh potensi kerugian entitas tersebut di masa depan.

Saat ini, proses pengalihan saham masih menunggu persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Adhi Karya menjadwalkan RUPS Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat, 13 November 2026, untuk mendapatkan lampu hijau dari para pemegang saham. Jika semua persyaratan terpenuhi, transaksi ini ditargetkan rampung paling lambat pada 30 November 2026. Melalui langkah berani ini, Adhi Karya berharap dapat tampil lebih ramping, kuat, dan siap menghadapi era baru pasca-merger.

Related Post