Bank Mandiri Jadi Pionir Layanan Emas

Author Image

Endang Wulansari

12 Oktober 2026, 02:04 WIB

Jabarpos.id – Minat masyarakat Indonesia untuk memiliki aset emas terus menunjukkan tren yang sangat positif. Berdasarkan data terbaru dari Gold Demand Trends Q2 2026 yang dirilis oleh World Gold Council (WGC), permintaan terhadap emas batangan dan koin di tanah air melonjak drastis hingga 40 persen secara tahunan (year on year). Lonjakan ini mencapai angka 15 ton, yang menandakan bahwa emas tetap menjadi primadona investasi di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Menanggapi fenomena tersebut, Bank Mandiri mengambil langkah strategis dengan memperkuat lini bisnis emasnya. Dalam rangka merayakan hari jadinya yang ke-28, bank pelat merah ini resmi meluncurkan layanan emas (bullion) yang terintegrasi sepenuhnya di dalam aplikasi super app Livin’ by Mandiri. Langkah ini semakin diperkuat dengan diraihnya lisensi bullion dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang menempatkan Bank Mandiri sebagai bank konvensional pertama di Indonesia yang memegang lisensi tersebut.

Bank Mandiri Jadi Pionir Layanan Emas
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Direktur Consumer Banking Bank Mandiri, Saptari, menjelaskan bahwa kehadiran layanan ini merupakan respons terhadap kebutuhan masyarakat akan akses investasi yang mudah, fleksibel, dan aman. Melalui Livin’ by Mandiri, nasabah tidak hanya sekadar melakukan transaksi jual-beli digital, tetapi mendapatkan solusi finansial yang menyeluruh atau end-to-end.

"Emas terbukti menjadi instrumen perlindungan nilai yang tangguh. Kami ingin memberikan kendali penuh kepada nasabah untuk merencanakan, mengelola, hingga mencairkan aset mereka hanya dalam satu genggaman," ujar Saptari dalam keterangan resminya.

Salah satu daya tarik utama dari layanan ini adalah kemudahan aksesnya. Melalui fitur Tabungan Emas, masyarakat bisa mulai berinvestasi dengan modal yang sangat terjangkau. Setoran awal hanya membutuhkan sekitar Rp50.000 atau setara 0,02 gram. Bahkan, untuk pembelian berikutnya, nasabah bisa membeli emas mulai dari 0,005 gram atau sekitar Rp10.000 saja. Nasabah juga diberikan kebebasan memilih merek emas terkemuka seperti ANTAM Logam Mulia dan HRTA GOLD Emasku.

Tak hanya itu, Bank Mandiri juga memperkenalkan inovasi pembiayaan bernama KSM Emas (Kredit Serbaguna Mandiri Emas). Fitur ini memungkinkan nasabah untuk mencicil pembelian emas dengan skema bunga yang ringan. Keunggulan lainnya adalah adanya fitur price lock, di mana harga emas akan terkunci pada saat pengajuan cicilan, sehingga nasabah terhindar dari risiko lonjakan harga di masa mendatang.

Bagi nasabah yang ingin memegang fisik emas, tersedia fitur "Ambil Emas". Saldo digital yang terkumpul dapat dikonversi menjadi logam mulia fisik. Proses pengambilan pun dibuat sangat modern; nasabah bisa menggunakan mesin ATM Emas yang inovatif atau datang langsung ke kantor cabang. Untuk penggunaan ATM Emas, nasabah cukup memindai kode QR melalui aplikasi Livin’ dan mengikuti instruksi di mesin secara praktis.

Hingga Agustus 2026, tercatat sebanyak 42,1 juta pengguna telah terdaftar di Livin’ by Mandiri. Ke depannya, Bank Mandiri berencana menghadirkan lebih banyak fitur seperti pinjaman tunai dengan agunan emas, fitur investasi rutin otomatis (auto debet), hingga layanan transfer emas antar pengguna. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem keuangan digital sekaligus membantu masyarakat dalam membangun kekayaan jangka panjang.

Related Post