Strategi Baru MKNT Ubah Wajah Bisnis

Author Image

Endang Wulansari

12 Oktober 2026, 02:31 WIB

Jabarpos.id – PT Remitra Global International Tbk (MKNT) secara resmi melakukan transformasi besar-besaran yang mengubah wajah perusahaan secara fundamental. Emiten yang sebelumnya dikenal sebagai distributor perangkat telekomunikasi ini kini memutuskan untuk meninggalkan lini bisnis lama dan banting setir ke sektor yang jauh berbeda, yakni manufaktur baja dan budidaya udang.

Langkah drastis ini diambil menyusul adanya perubahan struktur kepemilikan saham dan manajemen perusahaan. Melalui aksi korporasi berupa penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD), peta kendali perusahaan kini telah berubah. PT Headwell Bintang Energi Hijau resmi ditetapkan sebagai pengendali baru MKNT, sementara Handoyo Setiawan tetap memegang peran sebagai pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner).

Strategi Baru MKNT Ubah Wajah Bisnis
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Dalam arah bisnis yang baru, MKNT akan mengandalkan kekuatan manufaktur baja melalui grup usahanya. Sektor ini memiliki rekam jejak yang cukup solid sejak tahun 2008, dengan fokus pada penyediaan baja struktural untuk berbagai proyek konstruksi skala besar di tanah air. Selain baja, perusahaan juga merambah sektor pangan melalui budidaya udang air payau berkualitas tinggi yang berlokasi di Malingping, Kabupaten Lebak, Banten. Saat ini, operasional tambak tersebut telah berdiri di atas lahan produktif seluas puluhan hektare.

Tak berhenti di situ, manajemen MKNT tengah mengincar sektor energi terbarukan sebagai mesin pertumbuhan jangka panjang. Beberapa peluang strategis yang sedang dikaji meliputi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), tenaga surya (PLTS), tenaga panas bumi (PLTPB), hingga pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL). Langkah ini dinilai sangat selaras dengan agenda energi nasional yang tengah digalakkan pemerintah.

Perubahan besar ini juga diikuti dengan perombakan total jajaran direksi dan komisaris. Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang telah disahkan, perusahaan kini dipimpin oleh Santoso Widjojo sebagai Direktur Utama dan Jehuda Ebenhaezer Winata sebagai Direktur. Sementara di jajaran komisaris, Handoyo Setiawan menjabat sebagai Komisaris Utama didampingi Idrus Marham dan Erry Firmansyah.

Secara finansial, aksi korporasi berupa private placement senilai Rp1,024 triliun telah memberikan suntikan napas baru bagi perusahaan. Melalui konversi utang dan injeksi dana tunai dari sejumlah investor, posisi ekuitas MKNT kini berhasil kembali ke zona positif. Berdasarkan data proforma, total aset grup kini mencapai Rp1,60 triliun dengan rasio liabilitas terhadap ekuitas yang berada di angka 0,64 kali.

Manajemen menargetkan penataan struktur grup ini akan rampung secara bertahap, di mana perusahaan berencana memperluas kegiatan usaha anak usahanya menjadi sebuah holding pada Oktober 2026 mendatang. Dengan modal baru dan arah bisnis yang lebih variatif, MKNT optimis dapat memperkuat fundamental perusahaan di masa depan.

Related Post