Strategi Jitu Blibli Dongkrak Pendapatan

Author Image

Endang Wulansari

15 Oktober 2026, 04:31 WIB

Jabarpos.id – PT Global Digital Niaga Tbk (BELI), atau yang lebih dikenal sebagai Blibli, menunjukkan performa keuangan yang sangat impresif pada paruh pertama tahun 2026. Perusahaan e-commerce raksasa ini berhasil membukukan pendapatan konsolidasi yang menyentuh angka fantastis, yakni sebesar Rp14,83 triliun. Pencapaian ini menandai lonjakan signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Keberhasilan ini tidak lepas dari peran vital segmen institusi yang menunjukkan pertumbuhan paling dominan dibandingkan lini bisnis lainnya. Berdasarkan laporan dalam Public Expose Tahunan 2026 yang digelar pada Rabu (14/10/2026), pertumbuhan di sektor korporat ini menjadi mesin penggerak utama bagi stabilitas pendapatan perusahaan.

Strategi Jitu Blibli Dongkrak Pendapatan
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Chief Corporate Officer and Investor Relations Blibli, Eric Winarta, menjelaskan bahwa lonjakan pada segmen institusi merupakan bukti nyata dari tingginya tingkat kepercayaan klien korporat. Menurutnya, perusahaan telah berhasil membuktikan kapasitasnya dalam memenuhi kebutuhan pengadaan barang secara profesional.

"Kami mampu menyediakan portofolio produk yang sangat luas, yang didukung pula oleh sistem distribusi yang mumpuni untuk menjangkau kebutuhan klien," ujar Eric dalam keterangannya.

Lebih lanjut, Eric menekankan bahwa strategi perusahaan ke depan tidak hanya sekadar mengejar angka pertumbuhan, tetapi juga sangat memperhatikan kualitas dari pertumbuhan tersebut. Blibli berkomitmen untuk menjaga margin keuntungan tetap sehat, meningkatkan efisiensi operasional, serta mengelola modal kerja dengan disiplin yang ketat.

"Ke depannya, kami akan terus memperkuat hubungan dengan klien-klien institusi. Kami juga berupaya memperluas solusi serta layanan yang dipersonalisasi agar sesuai dengan kebutuhan spesifik masing-masing klien. Harapannya, segmen ini terus berkembang dan memberikan kontribusi positif menuju profitabilitas perusahaan," tambahnya.

Jika menilik data historis, pendapatan Rp14,8 triliun pada semester I-2026 ini melonjak tajam dari angka Rp9,59 triliun pada semester I-2025. Tren pertumbuhan dua digit yang solid terlihat merata di seluruh lini usaha, terutama pada sektor institusi dan jaringan toko fisik.

Selain pendapatan, indikator kesehatan keuangan lainnya juga menunjukkan tren positif. Take rate perusahaan meningkat dari 8,6% pada semester I-2025 menjadi 9% pada semester I-2026. Kenaikan ini didorong oleh performa kuat pada segmen Ritel 1P dan Ritel 3P, yang berujung pada pertumbuhan Laba Bruto Sebelum Diskon (GPBD) sebesar 17% secara tahunan (year-on-year).

Efisiensi juga menjadi kunci keberhasilan Blibli. Persentase beban operasional terhadap Total Payment Volume (TPV) berhasil ditekan dari 7,2% menjadi 6,3%. Hal ini berdampak langsung pada peningkatan kinerja EBITDA konsolidasian terhadap TPV sebesar 170 bps secara tahunan.

Untuk mendukung strategi omnichannel, Blibli terus memperluas jangkauan fisiknya. Saat ini, perusahaan telah mengoperasikan 347 toko elektronik konsumen, 24 toko elektronik rumah tangga, serta satu toko khusus fesyen dan olahraga. Tak hanya itu, ekosistem Blibli juga diperkuat dengan 60 gerai supermarket premium dan 39 pusat pengalaman home and living.

Related Post