Misteri Aliran Dana Asing Keluar dari Bursa RI

Author Image

Endang Wulansari

28 Oktober 2026, 04:04 WIB

Jabarpos.id – Fenomena keluarnya arus modal asing atau foreign outflow dari pasar modal Indonesia belakangan ini menjadi sorotan tajam para pelaku pasar. Kondisi ini memicu pertanyaan besar mengenai stabilitas dan daya tarik investasi di tanah air. Menanggapi dinamika tersebut, pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya angkat bicara untuk memberikan klarifikasi sekaligus memaparkan kondisi riil di lapangan.

Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi, mengakui bahwa derasnya aliran dana asing yang meninggalkan pasar saham domestik merupakan tantangan nyata bagi industri pasar modal. Menurutnya, fenomena ini merupakan sinyal bahwa tingkat kepercayaan investor global masih perlu terus diperkuat melalui berbagai langkah strategis. Ia menegaskan bahwa menjaga kepercayaan ini akan menjadi fokus utama dalam agenda reformasi pasar modal yang tengah dijalankan oleh otoritas bursa.

Misteri Aliran Dana Asing Keluar dari Bursa RI
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Meski dihantam arus keluar modal asing, Iding menekankan bahwa pasar modal Indonesia sebenarnya masih menunjukkan tingkat ketahanan atau resiliensi yang cukup kuat. Ia berargumen bahwa kesehatan sebuah pasar modal tidak boleh hanya diukur dari satu indikator tunggal, yakni pergerakan dana asing. Masih banyak parameter lain yang menunjukkan bahwa fondasi pasar kita tetap kokoh.

"Resiliensi pasar dapat dilihat dari operasional bursa yang berjalan lancar, pertumbuhan likuiditas transaksi yang tetap terjaga, hingga kondisi permodalan Anggota Bursa (AB) yang masih sehat. Selain itu, kinerja fundamental mayoritas emiten masih menunjukkan pertumbuhan positif, yang dibarengi dengan peningkatan jumlah investor domestik secara signifikan," ujar Iding dalam keterangannya.

Lebih lanjut, BEI menyatakan sangat terbuka terhadap berbagai kritik dan masukan dari para pemangku kepentingan. Menurut Iding, masukan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kemajuan ekosistem pasar modal Indonesia. Pihak bursa juga terus menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah serta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) guna menyelaraskan kebijakan yang mendukung pertumbuhan pasar.

Terkait isu kredibilitas, BEI berkomitmen untuk memperketat penegakan hukum di pasar modal. Langkah ini diambil untuk memberikan efek jera (deterrent effect) bagi para pelaku pasar yang mencoba melakukan kecurangan. Hal ini sejalan dengan perhatian lembaga indeks global seperti MSCI yang menyoroti pentingnya penguatan tata kelola di Indonesia.

Namun, Iding memberikan catatan penting bahwa penegakan aturan tidak boleh justru menakut-nakuti investor yang memiliki itikad baik. Fokus utama regulasi adalah menciptakan pasar yang wajar, kredibel, dan teratur. Dengan adanya perlindungan hukum yang kuat, investor diharapkan merasa aman untuk menanamkan modalnya dalam jangka panjang.

"Jika investor tidak melakukan pelanggaran dan memiliki itikad baik, mereka tidak perlu khawatir. Tugas kami adalah melindungi mereka. Dengan pasar yang kredibel, kita akan menarik lebih banyak investor berkualitas, baik dari dalam maupun luar negeri, yang berorientasi pada investasi jangka panjang," pungkasnya.

Related Post