close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

25.8 C
Jakarta
Sabtu, Februari 7, 2026

Kapuspen TNI Pastikan Seluruh Prajurit Aman, Pasca Aksi Penerobosan Paksa Israel ke Markas UNIFIL

spot_img

Ramyah | Jabar Pos – Israel kembali berlaku semena-mena dengan menghancurkan gerbang utama dan melakukan penerobosan masuk secara paksa ke Markas Pasukan Penjaga Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau UNIFIL di Lebanon Selatan, pada Minggu, (14/10/2024).

Pihak UNIFIL menuturkan kejadian bermula saat tank-tank Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menerobos gerbang pangkalan UNIFIL di Ramyah, Lebanon selatan, pada Minggu sekitar pukul 04:30 pagi waktu setempat. Kemudian, rentetan ledakan pun terjadi.

Baca juga:  Empat Personel Polri Dianugrahi Brevet Setia Waspada oleh Danpaspampres

Menanggapi aksi pendobrakan tersebut, UNIFIL telah mengajukan protes melalui mekanisme penghubung dan menyatakan kehadiran pasukan Israel membahayakan aktivitas personel penjaga perdamaian.

Sementara itu, Pasukan Kontingen Garuda (Konga) dikabarkan sedang berada di Bunker saat Tentara Israel menerobos Markas Pasukan Penjaga Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau UNIFIL di Lebanon Selatan.

Kapuspen TNI, Mayjen Hariyanto menjelaskan posisi pasukan Konga aman, saat Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyerang. Aksi penerobosan terjadi di wilayah Ghana Batalion atau Ghanbat.

Baca juga:  Resolusi PBB Serukan Israel Akhiri Pendudukan di Wilayah Palestina

“Ada penerobosan IDF masuk ke wilayah Ghanbat pada tanggal 13 Oktober 2024 pukul 05.00 waktu setempat,” kata Mayjen Hariyanto. Senin, (14/10/2024).

“Seluruh Personel TNI sudah di posisi Bunkerized (di Bunker) dan kejadian tersebut bukan pada Posisi Pasukan Konga,” pungkasnya.

Ia memastikan seluruh personel TNI yang bertugas di UNIFIL aman. Namun, Hariyanto mengatakan aksi penerobosan Israel tersebut sudah dilaporkan ke Force Commander UNIFIL.

Baca juga:  Dana IPO Ratusan Miliar COIN Mengendap Manajemen Buka Suara

Pekan lalu, serangan Israel ke Markas UNIFIL melukai total empat orang Personel dari Indonesia dan Sri Lanka. UNIFIL menuduh Israel secara sengaja menargetkan pangkalan Naqoura.

Serangan ini memicu kecaman luas dari sejumlah Negara. Sebanyak 40 Negara telah mengutuk keras serangan Israel baru-baru ini terhadap misi PBB di Lebanon tersebut. (far)

spot_img

Berita Terpopuler

Risiko Menyedihkan Jika Tak Bayar Pinjol!

Sumber informasi dari jabarpos.id menyebutkan bahwa pinjaman online (pinjol) memang memudahkan akses keuangan, namun risiko gagal bayar (galbay) perlu dipahami masyarakat. Kegagalan...

Mengerikan!!! Tahanan Narkoba Dibunuh di Rumah Tahanan Kelas 1 Depok

Depok | Jabar Pos - Kejadian tragis menimpa seorang tahanan berinisial RAJS (26), yang ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka tusuk dan lebam di...

Converse dan Swarosvski hadirkan siluet Chuck 70 De Luxe Squared

Jenama alas kaki Converse resmi berkolaborasi dengan jenama kristal Swarovski untuk menghadirkan siluet terbaru dari Converse Chuck 70 De Luxe Squared dengan 1.300 keping...

Prabowo Berikan Pesan Untuk Cabup Cawabup Bogor Rudy Susmanto-Jaro Ade

Bogor | Jabar Pos - Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, menyampaikan pesan untuk Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil...

MacOS 15.1 Bakal Bikin Kamu Bebas Ngatur Aplikasi! 🤯

Pengguna Mac, bersiaplah untuk kejutan! Apple kabarnya sedang menyiapkan pembaruan macOS 15.1 yang bakal memberikan kamu kebebasan penuh dalam mengatur aplikasi. Bayangkan, kamu bisa...

Mau Hidup Sehat Tanpa Ribet? Galaxy Watch 7 Jawabannya!

Bosan dengan hidup yang kurang sehat? Ingin lebih aktif dan memantau kondisi tubuh dengan mudah? Samsung Galaxy Watch 7 hadir dengan segudang fitur canggih...
Berita terbaru
Berita Terkait