Jabarpos.id, Jakarta – PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK), emiten produsen cetakan sarung tangan, optimis menatap peluang ekspansi pasar ekspor ke India dan Srilanka di tengah dinamika ekonomi global. Strategi ini diungkapkan oleh Direktur Utama MARK, Ridwan Goh, sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi dampak perang dagang dan perlambatan ekonomi.
Menurut Ridwan, perusahaan terus berupaya meningkatkan efisiensi operasional dan mendorong inovasi produk sebagai kunci utama menjaga kinerja positif di tengah ketidakpastian ekonomi hingga tahun 2025. Fokus pada efisiensi dan inovasi menjadi fondasi penting bagi MARK untuk tetap kompetitif di pasar global.

Selain itu, MARK juga semakin serius menerapkan prinsip keberlanjutan (ESG) dalam seluruh proses produksi dan ekosistem bisnisnya. Salah satu wujudnya adalah pemanfaatan limbah cetakan sarung tangan untuk diolah menjadi produk sanitary ware, seperti kloset. Langkah ini tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi perusahaan.
Lebih lanjut, MARK juga menargetkan peningkatan pangsa pasar domestik seiring dengan tren relokasi pabrik sarung tangan ke Indonesia yang dipicu oleh kebijakan tarif dari mantan Presiden AS, Donald Trump. Selain pasar dalam negeri, perusahaan juga membidik ekspansi ke negara-negara ASEAN, India, dan Srilanka.




