Beranda / Berita / Geger! Video Viral Massa Geruduk Menara BNI Pejompongan, Ini Fakta Sebenarnya

Geger! Video Viral Massa Geruduk Menara BNI Pejompongan, Ini Fakta Sebenarnya

Geger! Video Viral Massa Geruduk Menara BNI Pejompongan, Ini Fakta Sebenarnya

Jabarpos.id, Jakarta – Sebuah video viral yang memperlihatkan kerumunan massa di area lobi gedung memicu kehebohan di media sosial. Narasi yang beredar menyebutkan bahwa massa tersebut memasuki Mal Atrium Senen, Jakarta. Namun, fakta sebenarnya terungkap bahwa lokasi kejadian berada di Menara BNI Pejompongan, Jakarta.

Menanggapi video yang beredar luas, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) memberikan klarifikasi resmi. Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menjelaskan bahwa massa yang terlihat dalam video hanya melintas di area drop-off menuju permukiman warga yang terletak di belakang Menara BNI. Mereka tidak memasuki gedung BNI.

Baca juga:  Jabarpos.id, Tokyo - Pasar obligasi Jepang dikejutkan dengan lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah tenor 30 tahun yang mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah pada Rabu (3/9/2025). Kenaikan ini dipicu oleh sentimen negatif dari Amerika Serikat dan Eropa, yang dilanda kekhawatiran serupa terkait ketidakpastian politik dan kondisi keuangan negara.
Geger! Video Viral Massa Geruduk Menara BNI Pejompongan, Ini Fakta Sebenarnya
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Saat kejadian, tidak ada nasabah maupun pegawai di area tersebut. Operasional kantor cabang sudah tutup, dan pegawai dipulangkan lebih awal demi keamanan," ujar Okki dalam keterangan resminya.

Okki menegaskan bahwa BNI selalu mengutamakan keselamatan nasabah dan karyawan. Kebijakan penutupan lebih awal merupakan langkah standar yang diambil jika terjadi potensi gangguan keamanan. Ia juga memastikan tidak ada kerusakan fasilitas di dalam gedung.

Baca juga:  Lo Kheng Hong Ungkap Fakta Mengejutkan: Kebiasaan Ini Justru Jerumuskan Warga RI ke Jurang Kemiskinan!

"Kondisi BNI Pejompongan aman. Seluruh tenant tidak mengalami kerusakan, dan jika ada hal teknis sudah ditangani masing-masing," tegasnya.

Manajemen BNI berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang beredar di masyarakat. BNI mengimbau publik agar tidak mudah terpengaruh kabar hoaks dan hanya merujuk pada informasi resmi dari otoritas maupun perseroan.