Jabarpos.id, Jakarta – Nama Haji Isam, pengusaha asal Kalimantan Selatan, semakin santer diperbincangkan. Setelah menerima penghargaan dari Presiden Prabowo, publik semakin penasaran dengan sosok yang disebut-sebut sebagai "Crazy Rich Kalimantan" ini.
Kekayaan Haji Isam memang fantastis. Jabarpos.id mencatat, berdasarkan perhitungan dari dua perusahaan publik yang dikendalikannya, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), total kekayaannya mencapai Rp 14,16 triliun. Namun, angka ini belum mencakup asetnya di perusahaan non-publik, termasuk bisnis pertambangan batu bara dan pelayaran. Jika ditotal, diperkirakan kekayaan Haji Isam bisa mencapai Rp 32 Triliun.

Lantas, mengapa dengan kekayaan sebesar itu, nama Haji Isam belum masuk dalam daftar 50 orang terkaya versi Forbes? Padahal, posisi ke-50 dalam daftar tersebut ditempati oleh pengusaha batu bara dengan kekayaan US$ 1 miliar.
Forbes menggunakan metode perhitungan kekayaan bersih (net worth) untuk menentukan peringkat miliarder. Kekayaan bersih dihitung dari total aset dikurangi total liabilitas. Aset yang dihitung meliputi aset lancar dan aset tetap, sementara liabilitas mencakup jangka panjang dan jangka pendek. Forbes juga menghitung nilai saham yang dimiliki dan nilai tukar mata uang.
Forbes mengakui bahwa perhitungan ini bisa fluktuatif karena harga saham dan nilai tukar selalu berubah. Namun, perhitungan ini umumnya digunakan bagi mereka yang memiliki saham di perusahaan terbuka.
Meskipun kekayaan Haji Isam sangat besar, sebagian besar asetnya berada di perusahaan non-publik. Forbes mengakui kesulitan dalam menghitung kekayaan yang tidak terdokumentasi atau tidak tersedia secara publik. "Ketika dokumentasi tidak disertakan atau tersedia, kami mengabaikan kekayaan," tulis Forbes dalam laman resminya.
Hal inilah yang mungkin menjadi alasan mengapa nama Haji Isam belum masuk dalam daftar Forbes. Meskipun demikian, dengan bisnis yang terus berkembang, bukan tidak mungkin nama Haji Isam akan segera menghiasi daftar bergengsi tersebut di masa depan.





