Jabarpos.id, Jakarta – Sebuah transaksi jual beli saham dalam skala besar terjadi pada saham PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) dan menggemparkan pasar modal. Transaksi yang berlangsung pada 8 Oktober 2025 ini melibatkan penjualan dan pembelian miliaran lembar saham perusahaan milik grup Bakrie tersebut.
Menurut keterbukaan informasi yang dirilis Bursa Efek Indonesia (BEI), Levoca Enterprise Ltd. tercatat sebagai pihak yang melepas sebagian besar kepemilikannya di BNBR. Perusahaan tersebut mengurangi kepemilikan sahamnya sebanyak 14.679.337.000 lembar. Akibatnya, kepemilikan Levoca di BNBR menyusut dari 16,088% menjadi 7,623%. Sayangnya, pihak perseroan belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai detail transaksi penjualan tersebut.

Namun, di hari yang sama, muncul nama UOB Kay Hian Pte Ltd sebagai pembeli agresif saham BNBR. Lembaga keuangan ini memborong 14.685.041.055 lembar saham. Pembelian ini menjadi transaksi perdana bagi UOB Kay Hian di saham BNBR, sehingga kini mereka menguasai 8,468% saham perusahaan.
Transaksi jumbo ini tentu menimbulkan pertanyaan besar di kalangan investor. Siapa sebenarnya Levoca Enterprise Ltd.? Mengapa mereka memutuskan untuk mengurangi kepemilikan sahamnya secara signifikan? Dan apa yang mendorong UOB Kay Hian untuk berinvestasi besar-besaran di BNBR? Jabarpos.id akan terus menggali informasi lebih lanjut untuk mengungkap misteri di balik transaksi ini.




