Jakarta – Daftar orang terkaya di Indonesia kembali mengalami pergeseran. jabarpos.id melaporkan, nama-nama besar seperti Mochtar Riady dari Grup Lippo dan Han Arming Hanafia, salah satu pendiri PT DCI Indonesia Tbk (DCII), harus rela terlempar dari daftar elite tersebut.
Berdasarkan data Forbes Real Time Billionaire per Senin (27/10/2025), posisi puncak masih dikuasai oleh taipan petrokimia, Prajogo Pangestu, dengan kekayaan mencapai US$39,5 miliar atau sekitar Rp 656,33 triliun. Meskipun demikian, kekayaan Prajogo mengalami penurunan sekitar Rp 28 triliun dibandingkan akhir September 2025. Penurunan ini sejalan dengan melemahnya harga saham perusahaan miliknya.

Di posisi kedua, bercokol taipan batu bara Low Tuck Kwong, pemilik PT Bayan Resources Tbk (BYAN), dengan total kekayaan US$ 24,8 miliar atau sekitar Rp 412,10 triliun. Sementara itu, Robert Budi Hartono dan Michael Hartono, pemilik Grup Djarum, menempati urutan ketiga dan keempat dengan kekayaan masing-masing sebesar US$ 20,9 miliar (Rp 347,31 triliun) dan US$ 20,1 miliar (Rp 334 triliun).
Yang menarik, daftar terbaru ini memunculkan dua nama dari perusahaan yang sama, yaitu Otto Toto Sugiri dan Marina Budiman. Kekayaan keduanya melonjak seiring dengan kenaikan saham DCI Indonesia (DCII) yang mencapai 558,82% secara year-to-date (ytd) hingga menyentuh level 280.000. Otto kini menduduki peringkat ke-5 orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan US$12 miliar, sementara Marina berada di posisi ke-8 dengan harta US$ 8,7 miliar.
Selain nama-nama lama, muncul pula dua pendatang baru dalam daftar 10 besar orang terkaya di Indonesia. Mereka adalah Hermanto Tanoko, pemilik Tancorp Group, dengan kekayaan US$ 6,5 miliar di posisi ke-9, dan Haryanto Tjiptodihardjo, pemilik perusahaan manufaktur Impack Pratama Industri, dengan harta US$ 6,3 miliar di posisi ke-10.
Berikut adalah daftar lengkap 10 orang terkaya di Indonesia versi Forbes per September 2025:
- Prajogo Pangestu: US$ 39,5 miliar
- Low Tuck Kwong: US$ 24,8 miliar
- Robert Budi Hartono: US$ 20,9 miliar
- Michael Hartono: US$ 20,1 miliar
- Otto Toto Sugiri: US$ 12 miliar
- Tahir dan keluarga: US$ 11,7 miliar
- Sri Prakash Lohia: US$ 8,7 miliar
- Marina Budiman: US$ 8,7 miliar
- Hermanto Tanoko: US$ 6,5 miliar
- Haryanto Tjiptodihardjo: US$ 6,3 miliar
Perlu dicatat bahwa beberapa konglomerat, seperti keluarga Widjaja pemilik Sinar Mas dan Anthoni Salim pemilik Indofood, tidak tercatat dalam data Real Time Forbes.





