Beranda / Berita / Dompet Digital Pemda? BI Gebrak Inovasi Keuangan Daerah!

Dompet Digital Pemda? BI Gebrak Inovasi Keuangan Daerah!

Dompet Digital Pemda? BI Gebrak Inovasi Keuangan Daerah!

jabarpos.id, Jakarta – Bank Indonesia (BI) menggemparkan dunia keuangan daerah dengan meluncurkan program Katalis P2DD (Peningkatan Kapasitas serta Literasi Sinergi Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah) dalam Festival Ekonomi dan Keuangan Digital (FEKDI) dan IFSE, Jumat (31/10/2025) di JICC, Jakarta. Langkah ini diharapkan menjadi game changer dalam pengelolaan keuangan pemerintah daerah.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa digitalisasi adalah kunci kemajuan. Pemerintah daerah, sebagai garda terdepan pelayanan publik dan penggerak ekonomi, harus beradaptasi dengan era digital. "Katalis P2DD bukan hanya soal layanan publik dan pertumbuhan ekonomi, tapi juga memperkuat persatuan bangsa melalui digitalisasi," ujarnya.

Baca juga:  Dua Petinggi Lippo Karawaci Mendadak Mundur, Ada Apa?
Dompet Digital Pemda? BI Gebrak Inovasi Keuangan Daerah!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Program ini selaras dengan Asta Cita Prabowo Subianto, yang menempatkan digitalisasi ekonomi dan keuangan sebagai prioritas utama. Katalis P2DD dirancang sebagai platform pembelajaran, kolaborasi, dan berbagi praktik terbaik dalam digitalisasi keuangan daerah. Inisiatif ini akan dijalankan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai instansi dan daerah.

jabarpos.id mencatat, saat ini, 590 dari 640 pemerintah daerah telah terdigitalisasi melalui program percepatan dan perluasan digitalisasi daerah. "Kami berterima kasih kepada Menko, Mendagri, dan tim P2DD atas kerja kerasnya. Digitalisasi ini akan terus diperluas dan dioptimalkan," kata Perry.

Baca juga:  OJK Ungkap Daftar Investor Pasar Modal, Ada Apa?

Katalis P2DD diharapkan dapat meningkatkan kapasitas SDM pemerintah daerah, literasi digitalisasi transaksi keuangan, penggunaan kanal pembayaran digital untuk pajak dan retribusi, serta akuntabilitas pengelolaan keuangan publik.

Perry mengajak semua pihak untuk bersinergi mewujudkan ekonomi dan keuangan digital Indonesia yang berdaya tahan, inklusif, inovatif, dan berdaulat. "Mari kita wujudkan Indonesia maju melalui FEKDI IFSE 2025, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto," pungkasnya.