Dompet Digital Terancam? Awas, QRIS Jadi Incaran Maling!

spot_img

Jabarpos.id – Kemudahan pembayaran melalui QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) yang kian digandrungi masyarakat, ternyata menyimpan celah yang dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab. Modus penipuan melalui QRIS palsu kini menjadi ancaman serius bagi para pengguna dompet digital.

Bagaimana tidak, dengan sekali pindai (scan) QR code yang telah dimanipulasi, saldo rekening bisa ludes tak bersisa. Kode QR palsu ini dirancang sedemikian rupa hingga menyerupai identitas pedagang, jenis barang, dan nominal transaksi yang sebenarnya. Alhasil, korban seringkali tidak menyadari bahwa mereka sedang bertransaksi dengan penipu.

Baca juga:  Plang Jalan Typo 'Geduug Sate' di Bandung: Kesalahan Ejaan yang Bertahan Lama
Dompet Digital Terancam? Awas, QRIS Jadi Incaran Maling!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Bank Indonesia (BI) melalui Deputi Gubernur Filianingsih Hendarta, jauh hari sudah mengingatkan masyarakat akan potensi risiko ini. Menurutnya, keamanan QRIS merupakan tanggung jawab bersama, mulai dari BI, ASPI (Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia), hingga para pelaku industri Perusahaan Jasa Pembayaran (PJP). Sosialisasi dan edukasi terkait keamanan transaksi QRIS kepada para pedagang terus digencarkan.

Baca juga:  Jalan Rusak 30 Tahun di Pelosok Cianjur Akhirnya Mulus, Warga Bersukacita

Peredaran QRIS palsu memerlukan penanganan yang komprehensif. Pedagang memiliki peran penting dalam memastikan gambar QRIS selalu berada dalam pengawasan mereka. Selain itu, pedagang juga wajib memantau setiap proses transaksi pembelian dengan QRIS, baik melalui pemindaian gambar maupun mesin EDC, serta memeriksa status pembayaran untuk memastikan notifikasi transaksi telah diterima.

Namun, tanggung jawab tidak hanya berada di pundak pedagang. Pembeli juga memiliki peran krusial dalam mencegah penipuan QRIS. Fillianingsih menekankan pentingnya bagi pembeli untuk selalu memastikan identitas QRIS yang dipindai sesuai dengan identitas merchant yang bersangkutan. "Namanya harus benar, jangan sampai nama yayasan, tapi namanya toko onderdil. Itu tidak pas," tegasnya.

Baca juga:  GOTO Berhasil Pangkas Rugi, Sinyal Positifkah?

BI dan ASPI terus melakukan pengawasan terhadap PJP QRIS dan perlindungan konsumen. Kewaspadaan dan kehati-hatian dari seluruh pihak, baik pedagang maupun pembeli, menjadi kunci utama dalam meminimalisir risiko menjadi korban penipuan QRIS.

spot_img

Berita Terpopuler

Risiko Menyedihkan Jika Tak Bayar Pinjol!

Sumber informasi dari jabarpos.id menyebutkan bahwa pinjaman online (pinjol) memang memudahkan akses keuangan, namun risiko gagal bayar (galbay) perlu dipahami masyarakat. Kegagalan...

Converse dan Swarosvski hadirkan siluet Chuck 70 De Luxe Squared

Jenama alas kaki Converse resmi berkolaborasi dengan jenama kristal Swarovski untuk menghadirkan siluet terbaru dari Converse Chuck 70 De Luxe Squared dengan 1.300 keping...

Mengerikan!!! Tahanan Narkoba Dibunuh di Rumah Tahanan Kelas 1 Depok

Depok | Jabar Pos - Kejadian tragis menimpa seorang tahanan berinisial RAJS (26), yang ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka tusuk dan lebam di...

Prabowo Berikan Pesan Untuk Cabup Cawabup Bogor Rudy Susmanto-Jaro Ade

Bogor | Jabar Pos - Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, menyampaikan pesan untuk Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil...

MacOS 15.1 Bakal Bikin Kamu Bebas Ngatur Aplikasi! 🤯

Pengguna Mac, bersiaplah untuk kejutan! Apple kabarnya sedang menyiapkan pembaruan macOS 15.1 yang bakal memberikan kamu kebebasan penuh dalam mengatur aplikasi. Bayangkan, kamu bisa...

Kia kenalkan K4 hatchback di Australia

Versi hatchback lima pintu dari Kia K4 sedan telah diungkapkan semalam, menjelang kedatangannya di Australia yang diperkirakan pada akhir tahun 2025. Foto pertama dari K4 versi hatchback terungkap dan...
Berita terbaru
Berita Terkait