Beranda / Berita / Terungkap 5 Ciri Warga Kelas Bawah

Terungkap 5 Ciri Warga Kelas Bawah

Terungkap 5 Ciri Warga Kelas Bawah

jabarpos.id, Jakarta – Kabar terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan adanya penurunan angka kemiskinan nasional ke titik terendah dalam dua dekade terakhir. Per Maret 2025, tercatat 23,85 juta penduduk Indonesia berada di bawah garis kemiskinan. Namun, di balik capaian positif ini, BPS juga menyoroti peningkatan kemiskinan di wilayah perkotaan, yang naik dari 6,66% pada September 2024 menjadi 6,73% pada Maret 2025.

Selain pengeluaran, ada beberapa indikator lain yang bisa menjadi penanda apakah seseorang termasuk dalam golongan ekonomi kelas bawah. Mengutip GoBangkinRates, berikut adalah lima ciri utama yang membedakan segmen ekonomi menengah bawah dan kelas bawah, yang mungkin tanpa Anda sadari, Anda termasuk di dalamnya.

Terungkap 5 Ciri Warga Kelas Bawah
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

1. Tempat Tinggal
Salah satu pengeluaran terbesar bagi setiap keluarga adalah tempat tinggal. Kesulitan untuk memiliki atau menyewa rumah yang nyaman, aman, dan berada di lingkungan yang layak seringkali menjadi indikator kuat bahwa seseorang berada di kelas menengah bawah atau kelas bawah. Kemampuan untuk menyediakan hunian yang stabil dan memadai menjadi cerminan langsung dari kapasitas finansial.

Baca juga:  SRBI Terus Menciut, Rupiah Makin Perkasa?

2. Pekerjaan
Jenis pekerjaan seringkali mencerminkan status ekonomi seseorang. Pekerjaan yang masuk kategori "kerah biru" seperti pelayan restoran, sopir truk, pegawai ritel, pekerja manufaktur, atau jasa kebersihan umumnya mengindikasikan posisi di tingkat ekonomi yang lebih rendah. Nathan Brunner, CEO Salarship, menyatakan bahwa individu yang bekerja dalam posisi manajerial atau pekerjaan spesialis umumnya dianggap berada di kelas menengah. Sebaliknya, pekerjaan yang hanya membutuhkan keahlian rendah, bersifat sementara, dengan upah minim, dan sedikit tunjangan cenderung menempatkan pekerja pada status sosial kelas bawah. Meski demikian, profesi seperti guru, perawat, akuntan, atau pekerja IT bisa berada di antara kelas pekerja atau kelas menengah, tergantung pada tingkat senioritas dan sertifikasi yang dimiliki. Bahkan pekerjaan "kerah putih" yang tampak bergengsi pun bisa memberikan gaji sedang, menempatkan pelakunya di kelas menengah.

Baca juga:  Strategi Jitu Investasi di Tengah Kebijakan The Fed, Potensi Cuan Terbuka Lebar

3. Tabungan dan Investasi
Kemampuan menabung dan berinvestasi adalah pilar penting untuk stabilitas keuangan jangka panjang dan pembangunan kekayaan. Namun, bagi kalangan kelas bawah, membangun cadangan finansial semacam itu seringkali merupakan kemewahan yang sulit dijangkau. Tidak memiliki tabungan yang memadai atau rencana pensiun yang jelas dapat menjadi indikasi kuat bahwa seseorang termasuk dalam golongan kelas bawah, karena ini menunjukkan keterbatasan dalam merencanakan masa depan finansial.

4. Gaya Hidup
Coba tanyakan pada diri Anda: Apakah Anda mampu berlibur setiap tahun? Sering makan di luar atau membeli barang baru tanpa kekhawatiran berlebih? Kenikmatan-kenikmatan kecil ini membutuhkan fondasi keamanan finansial yang kuat. Jika hal-hal tersebut terasa memberatkan karena keterbatasan anggaran, ini bisa menjadi tanda bahwa Anda berada di kelas bawah. Meskipun pengelolaan anggaran yang cerdas dapat membantu mewujudkan kesenangan kecil, kebebasan ekonomi untuk memilih dan menikmati pengeluaran sesekali lebih mencerminkan stabilitas yang umumnya dimiliki oleh kelas menengah.

Baca juga:  Asuransi Properti Bidik Peluang Emas dari Kebijakan Ekonomi Prabowo-Purbaya

5. Pendidikan
Tingkat pendidikan tertinggi yang dicapai merupakan indikator signifikan posisi seseorang dalam tangga ekonomi. Memiliki gelar sarjana seringkali menjadi penanda bahwa seseorang termasuk kelas menengah, karena pendidikan tinggi umumnya membuka pintu menuju pekerjaan dengan gaji yang lebih baik. Namun, hambatan sistemik kerap menghalangi individu dari kelas bawah untuk mengakses pendidikan tinggi. Jika biaya kuliah terasa terlalu mahal dan menghalangi Anda untuk melanjutkan pendidikan, ini bisa menjadi tanda bahwa Anda berada di kelas bawah.