Pasar modal Indonesia diprediksi akan menunjukkan performa gemilang di awal tahun 2026. Optimisme ini datang dari Direktur Utama Mandiri Sekuritas, Oki Ramadhana, yang meyakini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang besar menembus level psikologis 10.000. Informasi ini dihimpun jabarpos.id dari dialog eksklusif Oki Ramadhana dalam program Power Lunch CNBC Indonesia pada Jumat, 9 Januari 2026.
Menurut Oki, prospek berlanjutnya capital inflow di pasar modal Tanah Air sangat kuat. Performa positif IHSG sepanjang tahun 2025 yang mencatat kenaikan lebih dari 20% menjadi landasan kuat bagi potensi penguatan lanjutan di tahun 2026. Prospek pertumbuhan laba emiten yang diperkirakan mencapai 12% turut menjadi katalis. Namun, Oki menekankan pentingnya menjaga pertumbuhan ekonomi di atas 5% dan stabilitas nilai tukar Rupiah sebagai penopang utama kepercayaan pasar terhadap investasi di Tanah Air.

Dalam pandangannya, beberapa sektor memiliki prospek cerah untuk tahun 2026. Sektor komoditas, konsumer, dan kesehatan disebut-sebut akan menjadi primadona dengan potensi pertumbuhan yang signifikan. Kendati demikian, Oki juga menggarisbawahi bahwa ekspansi agresif dari para emiten menjadi kunci pendorong masuknya investor, baik domestik maupun asing, ke pasar saham Indonesia. Dengan proyeksi yang menjanjikan ini, pasar modal Indonesia diharapkan dapat terus menarik minat investor dan menjadi motor penggerak ekonomi nasional di tahun-tahun mendatang.




