jabarpos.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau masih tertekan pada sesi pertama perdagangan hari Jumat (06/02), mencerminkan kekhawatiran pasar. Pada pukul 10:03 WIB, IHSG terkoreksi tajam sebesar 1,86% ke level 7.952. Bersamaan dengan itu, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS juga mengalami pelemahan hingga mencapai Rp16.875.
Kondisi ini terjadi di tengah sentimen negatif yang dipicu oleh penurunan outlook utang Indonesia oleh lembaga pemeringkat Moody’s. Keputusan Moody’s ini tentu menjadi perhatian utama para investor, yang kemudian bereaksi dengan melakukan aksi jual di pasar saham.

Penurunan outlook ini mengindikasikan bahwa Moody’s melihat adanya potensi risiko yang meningkat terkait kemampuan Indonesia dalam membayar utang-utangnya di masa depan. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti pertumbuhan ekonomi yang melambat, defisit anggaran yang melebar, atau peningkatan utang pemerintah.
Kekhawatiran pasar semakin diperkuat dengan ketidakpastian global yang masih tinggi. Perang di Ukraina, inflasi global, dan kebijakan moneter yang ketat dari bank sentral di negara-negara maju turut memberikan tekanan pada pasar keuangan Indonesia.
Analis pasar modal menilai bahwa penurunan outlook utang ini akan berdampak negatif terhadap investasi asing di Indonesia. Investor asing cenderung lebih berhati-hati dalam menanamkan modalnya di negara-negara dengan risiko yang lebih tinggi.
Untuk memahami lebih dalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan pasar modal di akhir pekan ini, simak ulasan lengkap Shafinaz Nachiar dalam program Profit di CNBC Indonesia.





