Rupiah Perkasa di Tanah Suci? Strategi Haji Terbaru Bikin Geleng Kepala

spot_img

Jabarpos.id – Pemerintah tengah menggodok strategi revolusioner untuk menekan penggunaan dolar Amerika Serikat (AS) dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umroh. Langkah ini merupakan tindak lanjut perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto terkait pengelolaan aliran dana keluar negeri (cash outflow).

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Simanjuntak, mengungkapkan bahwa setiap tahunnya, perputaran uang dalam penyelenggaraan haji mencapai Rp 40 triliun, dengan 80% di antaranya merupakan cash outflow. "Perintah presiden jelas, cash outflow ini harus dikurangi," tegas Dahnil usai rapat dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Kamis (12/1/2026).

Baca juga:  Rupiah Ketar-Ketir? Dolar Mengintai Rp17.000 Usai Lebaran!
Rupiah Perkasa di Tanah Suci? Strategi Haji Terbaru Bikin Geleng Kepala
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Salah satu strategi yang digagas adalah memaksimalkan penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) dalam transaksi haji dan umroh. Dengan QRIS, transaksi dapat dilakukan dalam rupiah, sehingga mengurangi ketergantungan pada dolar AS.

Menko Airlangga Hartarto mengemukakan ide cemerlang ini dalam diskusi dengan Dahnil. Tujuannya adalah memastikan dana yang berputar dalam ekosistem haji dan umroh tetap berada di dalam negeri.

Baca juga:  IHSG Terjun Bebas, Rupiah Ikut Terkapar: Ada Apa Gerangan?

"Setiap tahunnya, ada 2,6 juta warga Indonesia yang umroh dan 221.000 yang haji. Jika penggunaan QRIS dimaksimalkan, cash outflow dapat ditekan secara signifikan," jelas Dahnil. Pemerintah menargetkan pengurangan cash outflow hingga 50% melalui strategi ini.

Selain itu, pemerintah juga berupaya meningkatkan kunjungan wisatawan dari Timur Tengah ke Indonesia. Saat ini, jumlah turis Timur Tengah baru mencapai 33.000 orang per tahun. Pemerintah berharap travel umroh dan haji Indonesia dapat menawarkan paket wisata menarik bagi warga Timur Tengah.

Baca juga:  Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah Ini Alasannya

"Kita ingin memaksimalkan potensi ini. Bayangkan, 3 juta warga kita berangkat ke Saudi, sementara yang dari Saudi ke sini hanya 33.000," ujar Dahnil.

Untuk mengorkestrasi semua paket ekonomi terkait ekosistem haji, Menko Airlangga mengarahkan pembentukan Kelompok Kerja (Pokja). Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia.

spot_img
Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

Berita Terpopuler

Risiko Menyedihkan Jika Tak Bayar Pinjol!

Sumber informasi dari jabarpos.id menyebutkan bahwa pinjaman online (pinjol) memang memudahkan akses keuangan, namun risiko gagal bayar (galbay) perlu dipahami masyarakat. Kegagalan...

Converse dan Swarosvski hadirkan siluet Chuck 70 De Luxe Squared

Jenama alas kaki Converse resmi berkolaborasi dengan jenama kristal Swarovski untuk menghadirkan siluet terbaru dari Converse Chuck 70 De Luxe Squared dengan 1.300 keping...

Mengerikan!!! Tahanan Narkoba Dibunuh di Rumah Tahanan Kelas 1 Depok

Depok | Jabar Pos - Kejadian tragis menimpa seorang tahanan berinisial RAJS (26), yang ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka tusuk dan lebam di...

MacOS 15.1 Bakal Bikin Kamu Bebas Ngatur Aplikasi! 🤯

Pengguna Mac, bersiaplah untuk kejutan! Apple kabarnya sedang menyiapkan pembaruan macOS 15.1 yang bakal memberikan kamu kebebasan penuh dalam mengatur aplikasi. Bayangkan, kamu bisa...

Prabowo Berikan Pesan Untuk Cabup Cawabup Bogor Rudy Susmanto-Jaro Ade

Bogor | Jabar Pos - Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, menyampaikan pesan untuk Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil...

Kia kenalkan K4 hatchback di Australia

Versi hatchback lima pintu dari Kia K4 sedan telah diungkapkan semalam, menjelang kedatangannya di Australia yang diperkirakan pada akhir tahun 2025. Foto pertama dari K4 versi hatchback terungkap dan...
Berita terbaru
Berita Terkait