Purbaya Murka! Saham Gorengan Siap Dibasmi, Tragedi Bangkrut Massal Terulang?

spot_img

jabarpos.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berang! Ancaman sapu bersih terhadap saham gorengan di pasar modal kembali digaungkan. Hal ini menyusul gejolak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir bulan lalu yang sempat mengalami trading halt dua hari berturut-turut. Purbaya menegaskan, fundamental ekonomi Indonesia kuat, namun praktik goreng-menggoreng saham harus diberantas demi menjaga stabilitas dan kepercayaan investor.

Peringatan Purbaya bukan tanpa alasan. Sejarah mencatat, praktik manipulasi harga saham tanpa dasar fundamental yang kuat telah berulang kali memakan korban. Bahkan, dampaknya bisa sangat mengerikan, menyebabkan kebangkrutan massal dan hilangnya kepercayaan terhadap pasar modal.

Baca juga:  Propam Pastikan Tim Patroli Tidak Melanggar Kode Etik Terkait Temuan Tujuh Jasad Remaja di Kali Bekasi
 Purbaya Murka! Saham Gorengan Siap Dibasmi, Tragedi Bangkrut Massal Terulang?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Jauh sebelum istilah saham gorengan populer, tragedi serupa pernah terjadi pada abad ke-18 dengan South Sea Company di Inggris. Perusahaan yang didukung pemerintah ini menjanjikan keuntungan besar dari perdagangan dengan Amerika Selatan. Harga sahamnya melonjak fantastis, didorong oleh euforia dan propaganda, bukan kinerja perusahaan yang sebenarnya.

Namun, petinggi perusahaan justru diam-diam menjual saham mereka saat harga mencapai puncak. Ketika kebenaran terungkap bahwa bisnis perusahaan tidak seindah yang dijanjikan, kepanikan melanda pasar. Harga saham anjlok drastis, menyebabkan ribuan orang kehilangan seluruh kekayaannya.

Baca juga:  Rahasia Kaya Lo Kheng Hong Terungkap Kebiasaan Orang Indonesia Ini Justru Bikin Boncos

Salah satu korban yang paling terkenal adalah ilmuwan terkemuka, Isaac Newton. Ia sempat untung, namun kembali berinvestasi saat harga sudah terlalu tinggi dan akhirnya merugi besar. Pengalaman pahit ini membuatnya menyadari bahwa ia bisa menghitung pergerakan benda langit, tetapi tidak dengan kegilaan manusia.

Skandal South Sea Company mengungkap praktik suap, konflik kepentingan, dan manipulasi pasar yang melibatkan elite politik. Sejumlah pejabat dihukum, namun kepercayaan publik terhadap negara dan pasar keuangan hancur berantakan.

Baca juga:  Pasar Asia Bergejolak Menanti Pengumuman Krusial

Tragedi South Sea Company menjadi pelajaran berharga tentang bahaya saham gorengan. Namun, praktik serupa terus berulang dalam berbagai bentuk hingga saat ini. Oleh karena itu, Purbaya Yudhi Sadewa menekankan pentingnya tindakan tegas untuk membersihkan pasar modal dari saham-saham yang tidak sehat dan melindungi investor dari kerugian besar.

spot_img

Berita Terpopuler

Risiko Menyedihkan Jika Tak Bayar Pinjol!

Sumber informasi dari jabarpos.id menyebutkan bahwa pinjaman online (pinjol) memang memudahkan akses keuangan, namun risiko gagal bayar (galbay) perlu dipahami masyarakat. Kegagalan...

Converse dan Swarosvski hadirkan siluet Chuck 70 De Luxe Squared

Jenama alas kaki Converse resmi berkolaborasi dengan jenama kristal Swarovski untuk menghadirkan siluet terbaru dari Converse Chuck 70 De Luxe Squared dengan 1.300 keping...

Mengerikan!!! Tahanan Narkoba Dibunuh di Rumah Tahanan Kelas 1 Depok

Depok | Jabar Pos - Kejadian tragis menimpa seorang tahanan berinisial RAJS (26), yang ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka tusuk dan lebam di...

Prabowo Berikan Pesan Untuk Cabup Cawabup Bogor Rudy Susmanto-Jaro Ade

Bogor | Jabar Pos - Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, menyampaikan pesan untuk Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil...

MacOS 15.1 Bakal Bikin Kamu Bebas Ngatur Aplikasi! 🤯

Pengguna Mac, bersiaplah untuk kejutan! Apple kabarnya sedang menyiapkan pembaruan macOS 15.1 yang bakal memberikan kamu kebebasan penuh dalam mengatur aplikasi. Bayangkan, kamu bisa...

Kia kenalkan K4 hatchback di Australia

Versi hatchback lima pintu dari Kia K4 sedan telah diungkapkan semalam, menjelang kedatangannya di Australia yang diperkirakan pada akhir tahun 2025. Foto pertama dari K4 versi hatchback terungkap dan...
Berita terbaru
Berita Terkait