jabarpos.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berang! Ancaman sapu bersih terhadap saham gorengan di pasar modal kembali digaungkan. Hal ini menyusul gejolak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir bulan lalu yang sempat mengalami trading halt dua hari berturut-turut. Purbaya menegaskan, fundamental ekonomi Indonesia kuat, namun praktik goreng-menggoreng saham harus diberantas demi menjaga stabilitas dan kepercayaan investor.
Peringatan Purbaya bukan tanpa alasan. Sejarah mencatat, praktik manipulasi harga saham tanpa dasar fundamental yang kuat telah berulang kali memakan korban. Bahkan, dampaknya bisa sangat mengerikan, menyebabkan kebangkrutan massal dan hilangnya kepercayaan terhadap pasar modal.

Jauh sebelum istilah saham gorengan populer, tragedi serupa pernah terjadi pada abad ke-18 dengan South Sea Company di Inggris. Perusahaan yang didukung pemerintah ini menjanjikan keuntungan besar dari perdagangan dengan Amerika Selatan. Harga sahamnya melonjak fantastis, didorong oleh euforia dan propaganda, bukan kinerja perusahaan yang sebenarnya.
Namun, petinggi perusahaan justru diam-diam menjual saham mereka saat harga mencapai puncak. Ketika kebenaran terungkap bahwa bisnis perusahaan tidak seindah yang dijanjikan, kepanikan melanda pasar. Harga saham anjlok drastis, menyebabkan ribuan orang kehilangan seluruh kekayaannya.
Salah satu korban yang paling terkenal adalah ilmuwan terkemuka, Isaac Newton. Ia sempat untung, namun kembali berinvestasi saat harga sudah terlalu tinggi dan akhirnya merugi besar. Pengalaman pahit ini membuatnya menyadari bahwa ia bisa menghitung pergerakan benda langit, tetapi tidak dengan kegilaan manusia.
Skandal South Sea Company mengungkap praktik suap, konflik kepentingan, dan manipulasi pasar yang melibatkan elite politik. Sejumlah pejabat dihukum, namun kepercayaan publik terhadap negara dan pasar keuangan hancur berantakan.
Tragedi South Sea Company menjadi pelajaran berharga tentang bahaya saham gorengan. Namun, praktik serupa terus berulang dalam berbagai bentuk hingga saat ini. Oleh karena itu, Purbaya Yudhi Sadewa menekankan pentingnya tindakan tegas untuk membersihkan pasar modal dari saham-saham yang tidak sehat dan melindungi investor dari kerugian besar.





