Pasar Asia Bergejolak Menanti Pengumuman Krusial

spot_img

Pada Jumat, 9 Januari 2026, bursa saham Asia-Pasifik terpantau bergejolak, menunjukkan pergerakan yang beragam seiring para investor menahan diri menanti rilis data inflasi krusial dari China. Laporan jabarpos.id menyoroti sentimen ‘wait and see’ yang mendominasi pasar global hari ini.

Para ekonom, berdasarkan survei Reuters, memproyeksikan inflasi harga konsumen China untuk bulan Desember akan mencapai 0,8% secara tahunan, sedikit meningkat dari angka 0,7% yang tercatat pada November. Angka ini menjadi sorotan utama karena dapat memberikan petunjuk mengenai kesehatan ekonomi Tiongkok dan arah kebijakan moneter bank sentralnya.

Pasar Asia Bergejolak Menanti Pengumuman Krusial
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Di tengah ketidakpastian tersebut, bursa Jepang justru menunjukkan kekuatan. Indeks acuan Nikkei 225 berhasil melesat 0,54%, diikuti oleh Topix yang naik 0,46% pada penutupan perdagangan. Kontras dengan itu, pasar saham Korea Selatan justru tertekan, di mana indeks Kospi anjlok 0,41% dan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq juga terkoreksi 0,21%.

Baca juga:  Daftar Sultan Timur Tengah Terbaru Bikin Tercengang

Situasi berbeda terlihat di Australia, di mana indeks S&P/ASX 200 bergerak relatif stagnan. Namun, perhatian tertuju pada saham raksasa pertambangan Rio Tinto yang merosot hampir 5%. Penurunan ini dipicu oleh pengumuman perusahaan yang telah memulai pembicaraan awal untuk potensi akuisisi dengan Glencore, sebuah langkah yang berpotensi menciptakan konglomerat pertambangan senilai hampir US$207 miliar.

Baca juga:  PANI Siap Gebrak Pasar Setelah Suntikan Dana Triliunan

Sementara itu, di Hong Kong, kontrak berjangka indeks Hang Seng mengindikasikan pembukaan yang positif, diperdagangkan di level 26.312 dibandingkan penutupan sebelumnya di 26.149,31. Investor juga memantau ketat pergerakan saham Hang Seng Bank, menyusul persetujuan pemegang saham terhadap rencana pemegang saham mayoritas HSBC untuk memprivatisasi bank tersebut.

Di sisi lain Atlantik, kontrak berjangka saham Amerika Serikat terpantau cenderung stabil pada awal sesi perdagangan Asia. Sentimen pasar di AS dipengaruhi oleh antisipasi rilis data ketenagakerjaan bulan Desember, serta potensi putusan Mahkamah Agung mengenai kebijakan tarif. Putusan ini sangat krusial karena dapat membentuk ulang kebijakan perdagangan dan kondisi fiskal Amerika Serikat, terutama di bawah bayang-bayang kebijakan tarif yang diterapkan oleh Presiden Donald Trump.

Baca juga:  Modal Rp975 Ribu Berbuah Rp94 Triliun Kisah Nyata

Pada penutupan perdagangan semalam di Wall Street, indeks Dow Jones Industrial Average berhasil menguat 270,03 poin atau 0,55%, mencapai level 49.266,11. Namun, Nasdaq Composite justru tertekan, merosot 0,44% ke 23.480,02, sementara S&P 500 hanya naik tipis 0,01% ke 6.921,46. Pelemahan Nasdaq ini diakibatkan oleh rotasi investor yang beralih dari saham-saham teknologi, menjadikan sektor teknologi informasi sebagai yang paling lemah dengan penurunan lebih dari 1%.

spot_img

Berita Terpopuler

Risiko Menyedihkan Jika Tak Bayar Pinjol!

Sumber informasi dari jabarpos.id menyebutkan bahwa pinjaman online (pinjol) memang memudahkan akses keuangan, namun risiko gagal bayar (galbay) perlu dipahami masyarakat. Kegagalan...

Converse dan Swarosvski hadirkan siluet Chuck 70 De Luxe Squared

Jenama alas kaki Converse resmi berkolaborasi dengan jenama kristal Swarovski untuk menghadirkan siluet terbaru dari Converse Chuck 70 De Luxe Squared dengan 1.300 keping...

Mengerikan!!! Tahanan Narkoba Dibunuh di Rumah Tahanan Kelas 1 Depok

Depok | Jabar Pos - Kejadian tragis menimpa seorang tahanan berinisial RAJS (26), yang ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka tusuk dan lebam di...

Prabowo Berikan Pesan Untuk Cabup Cawabup Bogor Rudy Susmanto-Jaro Ade

Bogor | Jabar Pos - Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, menyampaikan pesan untuk Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil...

MacOS 15.1 Bakal Bikin Kamu Bebas Ngatur Aplikasi! 🤯

Pengguna Mac, bersiaplah untuk kejutan! Apple kabarnya sedang menyiapkan pembaruan macOS 15.1 yang bakal memberikan kamu kebebasan penuh dalam mengatur aplikasi. Bayangkan, kamu bisa...

Kia kenalkan K4 hatchback di Australia

Versi hatchback lima pintu dari Kia K4 sedan telah diungkapkan semalam, menjelang kedatangannya di Australia yang diperkirakan pada akhir tahun 2025. Foto pertama dari K4 versi hatchback terungkap dan...
Berita terbaru
Berita Terkait