Beranda / Berita / Harga Minyak Dunia Goyah, OPEC dan IEA Jadi Penentu?

Harga Minyak Dunia Goyah, OPEC dan IEA Jadi Penentu?

Harga Minyak Dunia Goyah, OPEC dan IEA Jadi Penentu?

Jabarpos.id – Harga minyak dunia menunjukkan pelemahan tipis pada perdagangan hari Rabu (12/11/2025), setelah mengalami kenaikan selama tiga hari berturut-turut. Pasar kini tengah menanti rilis laporan penting dari OPEC dan IEA yang diperkirakan akan memberikan arah baru bagi pergerakan harga minyak global.

Menurut data Refinitiv, harga minyak mentah Brent turun menjadi US$65,01 per barel, dari sebelumnya US$65,16 per barel. Sementara itu, minyak mentah WTI juga mengalami koreksi menjadi US$60,89 per barel dari US$61,04 per barel.

Baca juga:  Dari Pengungsi Jadi Konglomerat Surabaya, Kisah Inspiratif Alim Husin Pendiri Maspion
Harga Minyak Dunia Goyah, OPEC dan IEA Jadi Penentu?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Pelemahan ini terjadi di tengah antisipasi pasar terhadap laporan dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan Badan Energi Internasional (IEA). Kedua laporan tersebut diperkirakan akan memberikan gambaran terkini mengenai prospek pasokan dan permintaan minyak global hingga tahun 2026.

Sepanjang tahun ini, harga minyak dunia berada di bawah tekanan akibat kekhawatiran akan surplus pasokan. OPEC+ telah memulihkan sebagian besar kapasitas produksi mereka, sementara produsen di luar kelompok tersebut, termasuk Amerika Serikat, juga meningkatkan produksi.

Baca juga:  Intel Terancam, Trump Gelontorkan Dana Ratusan Triliun Rupiah!

IEA bahkan memperkirakan adanya potensi kelebihan pasokan yang dapat mencapai rekor tertinggi pada tahun depan, seiring dengan melambatnya pertumbuhan permintaan global dan peningkatan produksi dari berbagai wilayah. Sejumlah bank besar juga telah memperingatkan tentang peningkatan cadangan minyak yang dapat menekan harga lebih lanjut jika permintaan tidak segera pulih.

Kondisi ini membuat pelaku pasar kini menantikan kebijakan produksi OPEC selanjutnya. Jika OPEC memilih untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan kuota produksi, tekanan terhadap harga minyak kemungkinan akan berlanjut dalam jangka pendek.

Baca juga:  Pemerintah Indonesia Memulai Evakuasi 37 Warga Negara di Damaskus

Namun, jika laporan OPEC dan IEA menunjukkan proyeksi pengetatan pasokan atau revisi naik terhadap permintaan energi global, harga minyak berpotensi kembali menguat setelah rilis data tersebut. Jabarpos.id