Beranda / Berita / Toto Jadi Primadona Investor? Ada Apa Gerangan

Toto Jadi Primadona Investor? Ada Apa Gerangan

Toto Jadi Primadona Investor? Ada Apa Gerangan

JABARPOS.ID, Jakarta – Saham perusahaan produsen toilet asal Jepang, Toto Ltd., tiba-tiba menjadi incaran investor. Harga sahamnya di bursa Tokyo melonjak lebih dari 40% tahun ini. Apa yang membuat perusahaan yang dikenal dengan produk sanitasinya ini begitu diminati?

Rupanya, bukan semata-mata karena toilet pintar atau inovasi kamar mandi lainnya. Sentimen kecerdasan buatan (AI) menjadi pendorong utama. Padahal, dukungan teknologi AI ini tidak secara langsung berkaitan dengan bisnis toiletnya.

Toto Jadi Primadona Investor? Ada Apa Gerangan
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Salah satu bisnis andalan Toto adalah produksi keramik terdepan yang digunakan oleh produsen peralatan semikonduktor. Bisnis inilah yang dinilai sangat menguntungkan dan ingin lebih difokuskan oleh salah satu pemegang saham besar Toto.

Baca juga:  Roni, Pedagang Bendera Merah Putih Setia di Cirebon

Palliser Capital, salah satu dari 20 pemegang saham terbesar Toto, bahkan mengeluarkan laporan yang merinci bagaimana perusahaan dapat meningkatkan nilai bagi investor dengan menggandakan investasi di bisnis keramik. Laporan tersebut berjudul "Memaksimalkan Nilai TOTO-Penerima Manfaat AI Memori yang Paling Diremehkan dan Diabaikan," menjelaskan bagaimana Toto dapat bertransformasi dari keunggulan sanitasi menjadi inovator material semikonduktor.

Palliser menyoroti bahwa produksi chuck elektrostatik Toto, komponen keramik yang digunakan dalam pembuatan wafer semikonduktor, menghasilkan margin laba operasi yang sangat tinggi, mencapai 40,6%. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan pesaing seperti Shinko, NGK, Sumitomo Osaka, dan Niterra.

Baca juga:  AAJI Beri Solusi Jitu Atasi Mis-Selling Unit Link, Nasabah Wajib Tahu!

Meskipun demikian, Palliser berpendapat bahwa saham Toto masih undervalued sekitar 55%. Mereka mendorong perusahaan untuk meningkatkan transparansi tentang nilai dan prospek bisnis keramik, berinvestasi lebih banyak di unit tersebut, dan meningkatkan efisiensi modalnya.

Meski saham Toto telah meroket, Palliser meyakini masih ada potensi kenaikan yang signifikan. Mereka memperkirakan saham tersebut dapat mencapai 8.800 yen jika perusahaan menjalankan rencananya.

Baca juga:  Emiten Pembiayaan Ungkap Trik Jitu Hadapi Gejolak Global, Apa Itu?

Namun, tidak semua analis seoptimis itu. Hanya sebagian kecil yang merekomendasikan saham Toto sebagai "Beli". Sebagian lainnya memberikan peringkat "Tahan" atau bahkan "Jual". Target harga rata-rata untuk saham tersebut juga masih di bawah harga saat ini.

Sebagai informasi tambahan, Toto Ltd. juga memiliki entitas bisnis di Indonesia, yaitu PT Surya Toto Indonesia Tbk. (TOTO), yang merupakan perusahaan joint venture dengan CV Surya.