jabarpos.id – Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu, membuat pernyataan mengejutkan yang menggemparkan dunia perbankan. Ia menyebut bahwa bank syariah saat ini justru lebih menarik dan kompetitif dibandingkan bank konvensional.
Anggito menegaskan bahwa klaimnya ini bukan sekadar opini belaka. Ia berani mempertanggungjawabkannya dengan hasil penelitian mendalam yang telah dipublikasikan secara akademik. Bahkan, ia menunjuk Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai contoh nyata bagaimana bank syariah mampu unjuk gigi dalam hal penetapan harga (pricing) dan daya saing bisnis.

"Sekarang ini bank syariah lebih kompetitif daripada bank konvensional. Saya bisa buktikan dengan penelitian. Pricing-nya sekarang lebih kompetitif dibandingkan bank umum konvensional," ungkap Anggito dalam Sarasehan 99 Ekonom Syariah Indonesia 2026 di Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Pernyataan ini tentu menjadi angin segar bagi industri perbankan syariah yang selama ini kerap dipandang sebelah mata. Dulu, menurut Anggito, bank umum syariah (BUS) seringkali kesulitan bersaing dengan bank umum konvensional (BUK). Bahkan, unit usaha syariah (UUS) yang bernaung di bawah bank konvensional justru lebih unggul karena sokongan modal dan jaringan dari induknya.
Namun, kini situasinya berbalik. Konsolidasi industri dan penguatan modal telah memberikan bank syariah daya tawar yang lebih kuat. Dari sisi harga, efisiensi, hingga ekspansi pembiayaan, bank syariah menunjukkan peningkatan yang signifikan. Anggito menegaskan bahwa risetnya telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah dengan pendekatan empiris dan pengujian akademik yang ketat.
Selain aspek bisnis, Anggito juga menekankan pentingnya dimensi religiositas dalam pengembangan ekonomi syariah. Keyakinan masyarakat terhadap sistem keuangan syariah perlu didorong sebagai bagian dari ekosistem bisnis yang tidak hanya sesuai prinsip agama, tetapi juga menguntungkan secara ekonomi.





