Jabarpos.id – Sebuah transaksi besar yang tidak terduga menggemparkan pasar saham pagi ini, melibatkan emiten kelapa sawit PT FAP Agri Tbk (FAPA). Sebanyak 28.870.682 lot saham FAPA berpindah tangan dengan harga rata-rata Rp 6.500, menghasilkan nilai transaksi fantastis mencapai Rp 18,8 triliun.
Hingga saat ini, tujuan dan pihak di balik transaksi jumbo ini masih menjadi misteri. Peristiwa ini terjadi di tengah kondisi pasar yang kurang menggembirakan, menambah tanda tanya besar di kalangan investor.

Efek dari transaksi ini, saham FAPA justru mengalami kenaikan tipis sebesar 1,52% ke level 6.700. Dalam sebulan terakhir, saham FAPA telah mencatatkan kenaikan sebesar 7,63%.
Sebagai informasi tambahan, FAP Agri merupakan perusahaan yang dimiliki oleh keluarga konglomerat Fangiono. Wirastuty Fangiono tercatat sebagai penerima manfaat terakhir FAPA per 28 Februari 2026, mengendalikan perusahaan melalui Prinsep Management yang menggenggam 79,31% saham.
Keluarga Fangiono sendiri dikenal sebagai salah satu keluarga terkaya di Indonesia. Menurut data Forbes, mereka menduduki peringkat ke-27 dengan total kekayaan mencapai US$ 3,05 miliar atau setara dengan Rp 51,54 triliun (dengan kurs Rp 16.900).
Transaksi jumbo ini terjadi bersamaan dengan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di awal perdagangan. Pada pukul 10.17 WIB, IHSG terpantau turun 85,81 poin atau -1,18% ke level 7.216,31. Sebanyak 338 saham mengalami penurunan, sementara 318 saham naik, dan 302 saham tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 23,8 triliun, melibatkan 14,76 miliar saham dalam 698.300 kali transaksi.





